Rayakan Syawal, Ribuan Warga Boja di Kendal Tumpah Ruah dalam Tradisi Buka Luwur Nyi Dapu

29 Maret 2026 17:45 29 Mar 2026 17:45

Thumbnail Rayakan Syawal, Ribuan Warga Boja di Kendal Tumpah Ruah dalam Tradisi Buka Luwur Nyi Dapu

Arak-arakan Nyi Dapu, diperankan oleh seorang warga setempat yang menawan, berkeliling Desa Boja di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menunggangi kuda dengan anggun sebagai bagian dari Kirab Merti Desa dan Buka Luwur. (Foto: Dian/Ketik.com)

KETIK, KENDAL – Meski rintik hujan mengguyur, semangat ribuan warga Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, tak surut untuk merayakan tradisi sakral Merti Desa dan Buka Luwur Nyi Dapu (Nyai Pandansari). Ritual tahunan digelar setiap tanggal 6 atau 7 Syawal ini berlangsung meriah dan penuh khidmat.

​Prosesi diawali dengan arak-arakan budaya yang memukau. Sosok Nyi Dapu, yang diperankan oleh warga setempat, tampak anggun menunggangi kuda di barisan depan. Di belakangnya, gunungan hasil bumi yang menjulang tinggi diarak keliling desa, diikuti barisan peserta pawai yang mengenakan pakaian adat.

​Kirab berakhir di area pemakaman, di mana warga telah menanti momen puncak: perebutan gunungan dan prosesi sakral penggantian kain luwur (penutup makam) Nyai Pandansari.

​Kepala Desa Boja, Rofik Anwar, menegaskan bahwa Merti Desa bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pelestarian nilai kearifan lokal.

​"Ini adalah warisan leluhur yang kami jaga turun-temurun. Merti Desa merupakan wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki sepanjang tahun," ujar Rofik.

​Ia juga mengisahkan sosok Nyai Pandansari sebagai tokoh emansipasi dan penyebar agama Islam. Sebagai adik dari Ki Ageng Pandanaran, beliau dikenal sangat berjasa dalam memajukan sektor pertanian di Boja. "Salah satu sistem irigasi yang kita rasakan manfaatnya hingga kini adalah andil besar dari beliau," tambahnya.

​Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga. Ia menilai kegiatan ini adalah langkah nyata dalam menjaga identitas daerah.

​"Merti Desa ini adalah bukti peran aktif masyarakat dalam mengangkat budaya lokal Kendal di tengah gempuran budaya asing," tutur Bupati.

​Selain aspek spiritual dan budaya, Bupati juga menyoroti dampak ekonomi dari agenda tahunan ini:

  • Penguatan Ekonomi: Menjadi wadah bagi pelaku UMKM setempat untuk menjajakan produk.
  • Ruang Sosial: Menjadi sarana silaturahmi akbar antarwarga.
  • Agenda Wisata: Menjadi kalender budaya tahunan yang signifikan bagi pariwisata Kabupaten Kendal.

​Melalui tradisi ini, masyarakat Boja tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga merajut kebersamaan untuk masa depan desa yang lebih makmur. (*)

Tombol Google News

Tags:

Merti Desa Boja Buka Luwur Nyi Dapu Nyai Pandansari Tradisi Kendal Budaya Jawa Wisata Kendal Kabupaten Kendal Kecamatan Boja tradisi Syawal Kirab Budaya Boja Dyah Kartika Permanasari Wisata budaya