KETIK, LEBAK – Alun-alun Rangkasbitung kini kembali menjadi pusat keramaian masyarakat. Tak seperti biasanya, ruang publik kebanggaan warga Kabupaten Lebak tersebut dipadati pengunjung dari berbagai kecamatan, sejak sore hingga malam hari.
Antusiasme warga terlihat setelah alun-alun yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Lebak itu resmi dibuka dan diresmikan beberapa hari lalu oleh Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Masyarakat pun berbondong-bondong datang untuk melihat langsung perubahan dan fasilitas baru yang tersedia.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis malam, 8 Januari 2026, sejumlah fasilitas olahraga dan area bermain tampak ramai digunakan. Mulai dari arena skateboard, lapangan basket, lapangan voli, lapangan sepak bola, taman bermain, hingga wahana permainan anak-anak dipenuhi pengunjung dari berbagai usia.
Hingga pukul 20.30 WIB, kondisi alun-alun masih terlihat ramai. Warga tampak menikmati suasana malam bersama keluarga, sambil berolahraga maupun sekadar bersantai di ruang terbuka hijau tersebut.
Salah satu pengunjung asal Kecamatan Cimarga, Erna, mengaku mengetahui dibukanya kembali Alun-alun Rangkasbitung melalui media sosial.
Ia pun sengaja datang bersama keluarganya untuk melihat langsung kondisi terbaru alun-alun.
“Hari ini kami datang bersama keluarga untuk melihat alun-alun. Sekarang fasilitasnya sudah lebih lengkap, ada sarana skateboard, fasilitas olahraga, dan juga ayunan untuk anak-anak,” kata Erna ketika diwawancarai Ketik.com.
Ia menilai, keberadaan fasilitas baru tersebut menjadi perubahan positif bagi Kabupaten Lebak. “Lumayan, sekarang terlihat ada perubahan untuk Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Tak hanya menjadi ruang publik dan sarana rekreasi masyarakat, keberadaan Alun-alun Rangkasbitung juga berdampak pada pergerakan ekonomi warga.
Di sekitar kawasan alun-alun terlihat padat kendaraan roda dua serta deretan pedagang yang memanfaatkan ramainya pengunjung untuk berjualan.
Dengan wajah barunya, Alun-alun Rangkasbitung dapat menjadi ruang interaksi sosial, sarana olahraga, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Lebak. (*)
