Uji Coba MBG Prasmanan, DPRD Kota Malang Ingatkan Manajemen Waktu

2 April 2026 14:55 2 Apr 2026 14:55

Thumbnail Uji Coba MBG Prasmanan, DPRD Kota Malang Ingatkan Manajemen Waktu

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryad,i meninjau MBG prasmanan di MIN 2 Kota Malang, Kamis, 2 April 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) konsep prasmanan di MIN 2 Kota Malang, Kamis, 2 April 2026. Dalam tinjauan tersebut, ia menekankan pentingnya manajemen waktu agar program ini tidak mengganggu jam belajar siswa.

Suryadi menjelaskan proses belajar dan mengajar harus menjadi prioritas sekolah. Untuk itu jangan sampai MBG prasmanan justru membuat pengurangan jam belajar siswa.

"Hal yang ingin saya tekankan adalah jangan sampai proses pembelajaran itu tersita waktunya oleh adanya kegiatan MBG prasmanan yang menjadi uji coba. Proses pembelajaran itu tetap harus menjadi prioritas, jangan sampai tersita waktunya," ujar Suryadi.

Pelaksanaan MBG prasmanan dinilai membutuhkan durasi cukup panjang, mulai dari mengantre, mengambil makanan, hingga membereskan peralatan makan. Suryadi mengasumsikan proses tersebut bisa memakan waktu hingga satu jam.

"Prosesnya ini memakan waktu yang cukup lama. Apalagi bergiliran, dalam asumsi kami ini kan kurang lebih satu jam ini bisa tersita waktunya. Makanya jangan sampai proses pembelajaran itu dikalahkan atau tersita waktunya oleh proses persiapan, proses makan," lanjut Suryadi.

Foto Suryadi bersama jajaran Pemkot Malang makan bersama siswa MIN 2 Kota Malang dalam uji coba MBG prasmanan. (Foto: Lutfia/Ketik.com)Suryadi bersama jajaran Pemkot Malang makan bersama siswa MIN 2 Kota Malang dalam uji coba MBG prasmanan, Kamis, 2 April 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan agar selama masa uji coba, evaluasi dilakukan secara rutin, terutama pada mekanisme pendistribusian. Ia menegaskan, aktivitas belajar yang dimulai pukul 07.00 WIB harus tetap berjalan optimal.

"Proses pembelajaran itu kan memang sudah ditetapkan. Kalau mau diterapkan berkelanjutan ini harus ada tambahan waktu. Kalau kemudian ini tidak ada tambahan waktu, saya kira menyita waktu proses pembelajaran," ungkapnya. 

Menurut Suryadi, pelaksanaan MBG prasmanan ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Meskipun siswa dapat mengatur sendiri porsi makan, namun MBG dengan ompreng yang langsung dapat didistribusikan ke siswa menjadi lebih efektif dilakukan. 

"Memang praktisnya itu kan pakai ompreng secara langsung, dibagikan di kelas, tidak memakan waktu yang lama. Tetapi ini kan bagian daripada opsi-opsi lain, sehingga praktis untuk menghemat waktu, mengefisiensi waktu itu memang harus diperhatikan," tuturnya. 

Ia menyarankan agar sekolah menerapkan model prasmanan hanya pada hari-hari tertentu saja, sementara hari lainnya kembali menggunakan skema distribusi langsung ke siswa seperti biasa. 

"Bisa saja ini menjadi salah satu opsi yang tidak kemudian diterapkan di setiap hari. Nah di hari-hari tertentu misalkan, bisa diterapkan MBG prasmanan. Tinggal bagaimana manajemennya itu diatur, kemudian proses penataannya itu juga diatur, karena ini kan selayaknya kantin yang ada di sekolah-sekolah hanya saja dibuat prasmanan," ucapnya. 

Suryadi juga telah berbincang dengan beberapa siswa MIN 2 Kota Malang. Banyak siswa yang senang dengan mekanisme MBG prasmanan karena dapat memilih lauk yang mereka gemari dan dengan porsi masing-masing siswa. 

"Saya tadi ngobrol bersama dengan murid-murid itu ya rupanya cukup menarik juga karena ini baru pertama ada di Kota Malang," katanya. 

Kendati demikian, Suryadi mengapresiasi pelaksanaan MBG prasmanan yang diterapkan di MIN 2 Kota Malang. Menu-menu yang disajikan kepada para siswa pun telah dipastikan kelezatan dan pemenuhan gizi. 

"Tadi dari Dinas Pendidikan termasuk juga dari Dinas Kesehatan saya kira standarisasinya memang seperti ini. Menunya semuanya sudah standar yang ditetapkan oleh BGN, sehingga SPPG yang ada di Kota Malang harus mengikuti standarisasi itu," paparnya.

Sementara itu Kepala MIN 2 Kota Malang, Sukmawan, menjelaskan terkait penyesuaian jam istirahat siswa.

Ketika MBG dilakukan dengan didistribusikan langsung kepada siswa, terdapat penyesuaian jam istirahat kedua menjadi 25 menit. Namun melihat skema prasmanan yang mulai diujicobakan ini, jam istirahat akan beralih menjadi 30 menit. 

"Nah, dengan adanya program lagi prasmanan, otomatis kami akan menata ulang. Jadi istirahat kedua, dalam program prasmanan ini dengan waktu 30 menit, anak-anak antre mengambil di selasar masjid, makan bersama di kelas. Insyaallah enggak ada mengganggu jam pelajaran," jelasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

DPRD Kota Malang Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi MBG Prasmanan MBG Kota Malang