KETIK, MALANG – MIN 2 Kota Malang kini resmi menjadi percontohan penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skema prasmanan. Untuk mendukung kelancaran distribusi makanan kepada siswa, pihak sekolah telah menyiapkan strategi khusus, termasuk mengatur ulang jam istirahat.
Kepala MIN 2 Kota Malang, Sukmawan, menjelaskan bahwa sekolahnya memiliki dua sesi jam istirahat. Semula, istirahat pertama berdurasi 15 menit dan istirahat kedua 20 menit. Saat MBG dilakukan dengan distribusi langsung, istirahat kedua sempat ditambah menjadi 25 menit. Namun, dengan model prasmanan ini, durasi istirahat akan menjadi 30 menit.
"Nah, dengan adanya program lagi prasmanan, otomatis kami akan menata ulang. Jadi istirahat kedua, dalam program prasmanan ini dengan waktu 30 menit, anak-anak antre mengambil di selasar masjid, makan bersama di kelas. Insyaallah enggak ada mengganggu jam pelajaran," jelasnya, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan MBG di MIN 2 Kota Malang telah dimulai sejak Ramadan 2025 lalu. Makanan kering telah didistribusikan kepada para siswa.
"Setelah libur Lebaran, kita diamanahi untuk uji coba dengan model prasmanan. Dengan pertimbangan teman-teman dari Dapur Gadang 2 melihat ada lokasi yang pas untuk area luas, prasmanan," ujarnya.
Kabar tersebut pun disambut baik oleh orang tua siswa. Salah satu pertimbangannya ialah lauk-pauk yang disajikan lebih segar dan jauh dari potensi basi ketika didistribusikan. Siswa pun dapat menentukan porsi mereka masing-masing.
"Lauk yang disajikan juga lebih fresh karena langsung disajikan. Insyaallah ini MIN 2 Kota Malang sangat support," lanjutnya.
Ia menjelaskan, para siswa telah dibekali dengan program pendidikan karakter. Mereka telah dibiasakan untuk mengantre dengan tertib dan tidak berlebihan ketika mengambil makanan.
"Untuk antrean sudah bisa terkondisi, tinggal kami mengondisikan anak-anak, kadang melihat lauk yang disukai otomatis akan mengambil banyak. Tetapi alhamdulillah kemarin kita sudah menyampaikan, ini adalah program bersama, kita ambil maka di situ ada rezeki temannya yang harus juga diberikan haknya, jangan diambil semuanya," tuturnya.
Pelaksanaan MBG prasmanan tersebut juga mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Menurutnya menu-menu yang disajikan telah sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak.
"Kalau secara keseluruhan, dari penyajian, rasa, menu, kemudian variasi dari protein, karbohidrat, ini sudah sangat lengkap sekali. Ada buah-buahan, kemudian juga ada minuman bergizi ya," katanya.
Wahyu sering mendapat keluhan porsi makanan yang didistribusikan terlalu sedikit. Melalui MBG prasmanan ini, anak-anak dapat menentukan porsi makan sesuai dengan kapasitasnya.
"Namun yang harus diatur adalah jam pelajarannya karena dengan prasmanan kan antre, butuh waktu makan. Beda kalau ompreng langsung dibagi rata, makan sama-sama. Tapi di sini antrenya saja kan butuh waktu," tutur Wahyu.
Pemkot Malang sendiri masih akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk evaluasi MBG prasmanan. Sekolah lain pun juga diperkenankan untuk ikut menerapkan MBG prasmanan.
"Bisa dilaksanakan, karena ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan juga. Memang ada kelebihan dan kekurangannya. Nah, itu yang nanti kita akan sampaikan kepada BGN," sebutnya. (*)
