KETIK, PACITAN – Lokasi episentrum gempa bumi intraslab magnitudo 5,7 yang terjadi di Pacitan dipastikan berada di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, secara geologis wilayah Pacitan memang memiliki potensi gempa darat karena dilalui Sesar Grindulu.
Berdasarkan pemetaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sesar tersebut membentang dari wilayah Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Wonosidi hingga Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, Bungur, Jatigunung, lalu ke arah barat sampai Donorojo.
“Pada awalnya kami khawatir gempa darat ini berkaitan dengan aktivitas Sesar Grindulu. Namun hasil koordinasi dengan BMKG Nganjuk memastikan gempa tersebut tidak disebabkan aktivitas sesar, melainkan merupakan gempa intraslab,” jelas Erwin saat pers rilis di Media Center BPBD Pacitan, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menerangkan, gempa intraslab merupakan gempa yang terjadi di dalam lempeng tektonik, bukan di batas antar lempeng. Dalam peristiwa ini, gempa berasal dari pecahan slab Australia yang menghunjam ke mantel bumi.
Fenomena tersebut tergolong jarang terjadi sehingga pada tahap awal data gempa sempat mengalami beberapa kali pembaruan.
Erwin menyebutkan, gempa memiliki kedalaman sekitar 122 kilometer di bawah permukaan bumi dengan kekuatan 5,7 skala Richter, sehingga dikategorikan sebagai gempa dalam.
Karakteristik gempa dalam, lanjutnya, biasanya tidak terlalu terasa di wilayah episentrum, namun dapat dirasakan lebih kuat di daerah lain akibat rambatan gelombang gempa.
“Di Pacitan dampaknya relatif kecil. Berbeda dengan wilayah sekitar seperti Trenggalek yang dilaporkan mengalami kerusakan,” katanya.
Meski dampaknya terbatas, BPBD Pacitan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada namun tidak panik.
Erwin mengingatkan bahwa Pacitan memiliki potensi gempa, baik gempa samudera maupun gempa darat.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus menambah pengetahuan kebencanaan, memperkuat konstruksi rumah, mengamankan barang di dalam rumah, serta memastikan jalur evakuasi tetap aman,” pungkasnya.(*)
