KETIK, SURABAYA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan rumah tangga biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mulai dari pembelian bahan makanan, pakaian baru, hingga persiapan mudik dan berbagai keperluan lainnya sering kali membuat pengeluaran keluarga melonjak.
Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini berpotensi membuat anggaran rumah tangga menjadi tidak terkendali bahkan over budget.
Fenomena meningkatnya pengeluaran selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran bukan hal baru. Banyak keluarga cenderung mengeluarkan biaya lebih besar untuk menyambut hari kemenangan.
Namun, kondisi tersebut sebenarnya dapat diantisipasi dengan pengelolaan keuangan yang lebih bijak.
Berikut beberapa tips yang dilansir dari kanal YouTube @TsabitGarden yang diunggah pada 26 Februari 2026 dan dapat diterapkan agar pengeluaran menjelang Lebaran tetap terkendali.
1. Buat Anggaran Belanja Kebutuhan
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah menyusun daftar kebutuhan Lebaran.
Dengan membuat daftar belanja, masyarakat dapat membedakan antara kebutuhan utama dan keinginan tambahan sehingga pengeluaran dapat lebih terkontrol.
2. Tidak Memaksakan Membeli Baju Baru
Tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran memang sudah lama dikenal.
Namun, masyarakat tidak perlu memaksakan diri membeli pakaian baru setiap tahun jika pakaian yang dimiliki masih layak digunakan.
3. Batasi Jumlah Kue Kering
Banyak keluarga menyiapkan berbagai jenis kue kering untuk menjamu tamu. Agar tidak boros, sebaiknya batasi hanya beberapa jenis kue favorit agar tidak terjadi pemborosan makanan.
4. Masak Makanan Secukupnya
Hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan sambal goreng biasanya disajikan dalam jumlah besar. Namun memasak dalam porsi berlebihan sering membuat makanan tidak habis dan terbuang.
5. Tidak Berlebihan dalam Mengirim Hampers
Tradisi mengirim bingkisan atau hampers dapat dilakukan secara sederhana.
Pilih penerima yang memang dekat secara personal dan sesuaikan dengan kemampuan anggaran.
6. Atur Anggaran untuk Uang Saku Lebaran
Memberikan uang saku kepada anak-anak atau keponakan merupakan tradisi yang umum dilakukan. Namun sebaiknya jumlahnya disesuaikan dengan kondisi keuangan agar tidak memberatkan setelah Lebaran.
7. Rencanakan Biaya Mudik dengan Matang
Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, penting untuk memperhitungkan biaya transportasi, bahan bakar, serta kebutuhan selama perjalanan agar tidak menimbulkan pengeluaran tak terduga.
8. Hindari Rencana Liburan yang Terlalu Mahal
Setelah Lebaran, banyak keluarga merencanakan liburan ke berbagai destinasi wisata. Sebaiknya pilih aktivitas rekreasi yang lebih sederhana dan sesuai dengan anggaran.
9. Tunda Pembelian Barang Mahal
Menjelang Lebaran sering muncul keinginan membeli barang bernilai tinggi seperti perhiasan atau barang mewah lainnya. Jika tidak mendesak, pembelian tersebut sebaiknya ditunda.
10. Belanja Bahan Makanan Secukupnya
Kebiasaan membeli bahan makanan secara berlebihan menjelang libur panjang dapat menyebabkan banyak bahan makanan terbuang. Belanja secukupnya untuk beberapa hari dinilai lebih efisien.
11. Hindari Pengeluaran Demi Gengsi Sosial
Tekanan sosial untuk tampil sempurna saat Lebaran sering membuat seseorang mengeluarkan uang lebih dari kemampuan. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan pengeluaran dengan kondisi keuangan keluarga.
Dengan menerapkan berbagai langkah tersebut, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang tanpa tekanan finansial setelahnya.
Pada akhirnya, makna Lebaran tidak terletak pada besarnya pengeluaran, melainkan pada kebersamaan, silaturahmi, dan rasa syukur yang dirasakan bersama keluarga.(*)
