KETIK, LEBAK – Lonjakan kunjungan wisatawan pada momen libur Lebaran 2026 menyebabkan tingkat hunian penginapan di kawasan Pantai Sawarna, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengalami peningkatan signifikan. Sejak H+2 hingga H+4 Lebaran, seluruh hotel, homestay, hingga vila dilaporkan penuh.
Salah satu wisatawan asal Citeureup, Bogor, Yanto Christianto, mengaku kesulitan mendapatkan tempat menginap saat berlibur ke Sawarna tahun ini. Ia menyebut kondisi tersebut berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Saya sering datang ke Pantai Sawarna setiap libur Lebaran. Dan saya menanyakan ke langganan saya penginapan, katanya penuh dari H+2 sampai H+8,” kata Yanto Christianto kepada Ketik.com, Selasa, 24 Maret 2026.
Ia menuturkan, tingginya jumlah wisatawan membuat hampir seluruh jenis penginapan tidak tersedia. Bahkan, kawasan pantai juga dipadati tenda wisatawan serta rumah warga yang disewakan.
“Baru ini saya merasakan mencari penginapan, baik itu vila, hotel, homestay, penuh semuanya,” ujarnya.
Keindahan karang laut di Pantai Logon Pari, Sawarna. (Foto: Abdul Kohar/ketik com)
Ketua Balawista Lebak, Erwin Komarasukma, mengungkapkan bahwa kapasitas penginapan di kawasan Sawarna sebenarnya cukup terbatas jika dibandingkan dengan lonjakan wisatawan saat musim liburan.
“Kawasan Sawarna tersedia sekitar 400 unit hotel dan homestay dengan total kurang lebih 1.500 kamar,” kata Erwin.
Ia menjelaskan, hingga hari ketiga Lebaran, jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Sawarna telah mencapai sekitar 50 ribu orang. Tingginya angka tersebut membuat tingkat hunian penginapan mencapai 100 persen.
“Hotel dan homestay sudah penuh. Sebagian besar wisatawan sudah memesan dari jauh-jauh hari,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.
Menurutnya, harga penginapan di kawasan tersebut bervariasi, mulai dari Rp350 ribu hingga Rp750 ribu per malam untuk hotel. Sementara itu, rumah warga yang disewakan dibanderol antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per malam.
Akibat keterbatasan kamar, sebagian wisatawan terpaksa mencari alternatif tempat beristirahat di sekitar lokasi wisata.
“Banyak yang tidak kebagian penginapan, akhirnya tidur di tenda, warung, atau teras rumah warga. Jadi, kami sarankan wisatawan mencari alternatif rumah warga yang disewakan jika penginapan sudah penuh,” jelasnya.
Erwin juga memprediksi puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dan berpotensi kembali meningkat pada akhir pekan mendatang.
“Diperkirakan puncak kunjungan terjadi saat libur panjang dan akhir pekan, karena aktivitas perkantoran juga sudah mulai masuk,” tambahnya.
Hal senada disampaikan salah satu pemilik penginapan di kawasan Sawarna yang menyebutkan seluruh kamar telah dipesan sejak jauh hari sebelum Lebaran, sehingga wisatawan yang datang tanpa reservasi kesulitan mendapatkan tempat menginap. (*)
