Mengenal Siropen Leo, Minuman Legendaris Malang Sejak 1948 yang Cocok Jadi Oleh-Oleh Lebaran

24 Maret 2026 04:00 24 Mar 2026 04:00

Thumbnail Mengenal Siropen Leo, Minuman Legendaris Malang Sejak 1948 yang Cocok Jadi Oleh-Oleh Lebaran

Suasana pembuatan dan pengemasan sirop Siropen Leo di pabriknya yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Kecamatan Klojen Kota Malang, Jumat, 13 Maret 2026 (Foto : Kukuh / Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kota Malang sebagai kota yang sarat akan sejarah, menyimpan banyak cerita menarik termasuk dalam dunia kuliner. Tidak banyak yang tahu, bahwa Kota Malang memiliki produk kuliner minuman legendaris yaitu Siropen Leo.

Siropen Leo sendiri diproduksi secara rumahan di pabriknya yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Klojen. Sirop ini pertama kali diproduksi pada tahun 1948 oleh generasi pertama, yakni Tjan Ing Jan.

Dan kini, sirop legendaris tersebut dikelola oleh generasi keempat yakni Daniel Hartono. Ia pun tetap mempertahankan resep turun temurun dari kakek buyutnya, yaitu memakai gula pasir tebu tanpa pemanis buatan.

"Dahulu kalau tidak salah, tempat produksi atau pabriknya itu berada di kawasan sekitaran Jalan Zaenal Zakse. Lalu sekitar tahun 1980, pindah ke Jalan Brigjen Katamso sampai sekarang," jelasnya kepada Ketik.com.

Ia menjelaskan, pada awal mula berdiri, kakek buyutnya itu memproduksi sirop dengan varian rasa terbatas. Yaitu rose, leci, dan cocopandan.

"Tentunya, usaha sirop ini terus kami kembangkan. Dan kini total sudah ada 11 varian rasa yaitu blewah, lemon squash, coffee mocca, leci putih, leci hijau, rosen, frambozen, aardbeien atau strawberry, cocopandan, melon, dan anggur," terangnya.

Di samping resep, cara pembuatannya pun masih mempertahankan cara tradisional dan manual. Mulai dari pemasakan, pengisian sirop ke dalam botol hingga penempelan label.

Untuk alur pembuatan, yaitu gula dengan air dan bahan-bahan lainnya dicampur dan dimasak jadi satu hingga benar-benar larut. Setelah itu, disaring bersih dan didinginkan.

"Selanjutnya diberi perasa dan warna lalu dimasukkan ke dalam kemasan botol. Dari sekian proses itu, yang paling lama ya proses pendinginannya," ungkapnya.

Berkat eksistensinya, sirop legendaris ini memiliki pangsa pasar sendiri. Untuk di Kota Malang, dipasarkan di toko-toko tertentu atau dapat dibeli langsung di pabrik. 

"Selain dalam kota, kami juga mengirimkannya ke luar kota. Karena beberapa konsumen ada yang tinggal di Semarang, Solo, Bandung bahkan Bali," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Sirop Legendaris Siropen Leo Kota Malang Sejak Tahun 1948 Oleh-Oleh Libur Lebaran