KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau progres pembangunan drainase dan Jalur Lingkar Utara (JLU) pada Minggu, 30 November 2025. Dua proyek strategis ini berlokasi dari Desa Olean, Kecamatan Situbondo Kota, hingga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan harus berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis serta aturan yang berlaku.
“Pekerjaan ini menjadi bagian awal dari tahapan persiapan JLU Situbondo, yang nantinya akan menjadi jalur strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan,” ujarnya.
Bupati Situbondo menegaskan pengerjaan JLU ini tidak boleh hanya mengejar percepatan, tetapi juga harus mengutamakan kualitas dan ketepatan struktur.
“Pelebaran jalan ini adalah fondasi penting sebelum masuk ke pembangunan poros utama JLU. Maka dari itu, semuanya harus dikerjakan sesuai standar, tidak boleh ada pengurangan kualitas. Kita pastikan maksimal 25 Desember 2025 semua sudah selesai dikerjakan,” kata Bupati Situbondo, Mas Rio.
Selain mengecek pelebaran jalan, Bupati Situbondo juga meninjau pembangunan drainase di Desa Olean, yang dikenal sebagai titik rawan genangan air ketika hujan.
“Pembangunan drainase ini harus dilaksanakan secara benar agar umur konstruksi bisa panjang dan tidak cepat rusak akibat air yang tidak tertangani dengan baik,” kata Mas Rio.
Selain itu, Bupati Situbondo juga meminta agar tim pelaksana segera melaporkan pekerjaannya apabila terdapat kendala di lapangan, baik terkait struktur tanah, utilitas bawah tanah, maupun kendala teknis lainnya.
“Pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh untuk memperlancar pekerjaan ini,” tutur Mas Rio.
Bupati Situbondo Mas Rio juga memastikan seluruh proses perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan pemerintah.
“Tidak boleh ada kompromi terhadap standar kualitas maupun regulasi yang berlaku,” tegasnya. (*)
