KETIK, SURABAYA – Film Legally Blonde (2001) kerap dianggap sebagai tontonan ringan dengan genre rom-com dan fashion berwarna pink. Namun di balik ceritanya yang menghibur, film ini menyimpan nilai edukatif yang relevan hingga saat ini, mulai dari dunia pendidikan hukum hingga pesan tentang kepercayaan diri dan kecerdasan emosional.
Film ini mengisahkan tentang Elle Woods, seorang mahasiswa jurusan Fashion yang masuk sekolah hukum Harvard untuk membuktikan diri dan mengejar cinta, sambil melawan stereotip "gadis pirang bodoh".
Dari sisi edukasi, Elle Woods kerap memberikan pelajaran tentang hukum dasar, dengan memperkenalkan konsep peradilan, proses persidangan, serta pentingnya berpikir kritis dan logis dalam memecahkan kasus hukum.
Meskipun disajikan secara ringan, alur ceritanya mampu memancing penonton untuk memahami bagaimana argumen hukum dibangun.
Selain itu, film ini juga mengajarkan nilai kesetaraan gender. Elle Woods digambarkan sebagai perempuan yang menolak tunduk pada standar sosial yang membatasi. Pesan ini mendorong penonton, khususnya generasi muda, untuk tidak menghakimi kemampuan seseorang berdasarkan penampilan, latar belakang, atau stereotip tertentu.
Film ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak selalu harus disampaikan secara formal, tetapi juga dapat hadir melalui hiburan yang inspiratif dan membangun nilai positif.
