KETIK, TUBAN – Siklus tahunan kelangkaan elpiji 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga maupun pedagang terus berulang. Sampai saat ini tak ada kebijakan strategis untuk memutuskan mata rantai persolan klasik tersebut.
Ironisnya, kelangkaan Elpiji 3 kilogram di 2026 ini terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Tuban bahkan di pusat kota Bumi Ronggolawe ini. Bahkan, untuk memperebutkannya tak jarang memakan korban.
Seorang pria bernama Kunarto (59) asal Kelurahan Ronggomulyo, harus bertaruh keselamatan jiwa di pinggiran jalan jalan Brawijaya kota Tuban untuk berebut gas elpiji 3 kg.
Ia tertabrak sebuah motor kala menyebrang jalan saat hendak ikut antre membeli Elpiji 3 kilogram di sebuah pangkalan. Di tangannya sebuah tabung Elpiji 3 kilogram Kosong ditenteng. Namun, peristiwa mengejutkan datang saat menyebrang dari sisi timur ke barat. Sebaliknya, dari arah utara melaju sepeda motor yang dikendarai tukang ojol diburu orderannya.
Hanya sekian detik, braaaak, benturan keras tidak dapat terhindarkan. Tubuh Kunarto terpental bersamaan melaju sebuah mobil berwarna putih. Masih beruntung tubuh dan jiwa Kunarto yang terpental tidak mengenai roda kendaraan mobil tersebut.
Sedangkan, pengendara motor Devon (29), ikut terjatuh. Warga sekitar yang melihat panik. Sebagian dari mereka masih ikut mengantre elpiji karena desakan kebutuhan dasar dapur rumah yang kosong.
Warga lainya, beralih berlari mendekat untuk menyelamatkan Kunarto dari musibah tertabrak. Ada yang menolong, serta memanggil bantuan untuk keselamatan kemanusiaan.
Peristiwa ini terekam kamera pengawas (CCTV) pada Selasa sore 07 April 2026. Ini menjadi potret nyata kondisi masyarakat. Kelangkaan LPG 3 kilogram bisa berubah menjadi ancaman keselamatan.
Peristiwa Kunarto tidak berakhir di meja hukum. Kedua belah pihak memilih jalur damai. “Pihak I dan II sepakat untuk tidak saling menuntut secara hukum pidana maupun perdata dan diselesaikan secara kekeluargaan,” demikian bunyi surat pernyataan damai yang dibacakan polisi setempat dan disepakati keduanya, Kamis 9 April 2026. (*)
