Wisata Mikutopia Kota Batu Ramai, Pendapatan Pedagang Sekitar Naik Signifikan

28 Maret 2026 13:38 28 Mar 2026 13:38

Thumbnail Wisata Mikutopia Kota Batu Ramai, Pendapatan Pedagang Sekitar Naik Signifikan

Suasana wisata Mikutopia yang ramai pengunjung saat libur lebaran 2026. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Mikutopia di Desa Tulungrejo tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.

Kehadirannya dinilai mampu menarik minat wisatawan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat.

Sejak memasuki masa uji coba pada pertengahan Maret 2026, aktivitas ekonomi di kawasan sekitar, khususnya Dusun Gerdu, mulai mengalami peningkatan.

Ramainya kunjungan wisatawan tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga.

Sejumlah pedagang mengaku mengalami lonjakan omzet yang cukup signifikan, bahkan mencapai ratusan persen seiring meningkatnya aktivitas di kawasan wisata tersebut.

Salah satu pelaku usaha, Vega Agusnia, menyampaikan bahwa penjualannya terus menunjukkan tren positif meskipun jumlah pengunjung belum stabil.

“Alhamdulillah, meskipun jumlah pengunjung tidak menentu dan tidak semuanya melakukan pembelian, penjualan kami tetap meningkat,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Vega menjual berbagai kebutuhan, mulai dari minuman, rokok, sayur, buah, hingga oleh-oleh seperti keripik dan makanan siap saji. Ia menilai kehadiran Mikutopia memberikan peluang tambahan bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

“Wisata ini membuka kesempatan bagi usaha kecil seperti kami. Harapannya ke depan semakin ramai karena manfaatnya sudah dirasakan oleh warga,” katanya.

Ia mengungkapkan, peningkatan pendapatan mulai terlihat sejak masa pembangunan hingga destinasi tersebut mulai beroperasi.

“Saat masih ada aktivitas proyek, peningkatannya sekitar 100 persen. Setelah wisata dibuka, bisa mencapai 200 persen. Sekarang hampir setiap hari ramai,” jelasnya.

Menurutnya, pola belanja pengunjung juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Saat suhu dingin, minuman hangat lebih diminati, sedangkan saat cuaca panas, minuman dingin seperti es krim menjadi pilihan utama.

“Kalau cuaca dingin, pembeli cenderung mencari minuman hangat. Sebaliknya, saat panas, minuman dingin lebih diminati,” ungkapnya.

Meski masih dalam tahap awal, Vega mengaku optimistis terhadap perkembangan Mikutopia ke depan.

“Kami berharap wisata ini terus berkembang dan pengelolaannya semakin baik, mengingat saat ini masih dalam tahap uji coba,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Sukarni, warga setempat yang berjualan gorengan di sekitar lokasi. Ia mengaku pendapatannya turut meningkat sejak kawasan tersebut mulai ramai dikunjungi wisatawan.

“Kami sebagai warga sangat senang dengan adanya wisata ini. Harapannya, dagangan semakin laris dan pendapatan terus meningkat,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran Mikutopia tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi meningkatkan popularitas Desa Tulungrejo sebagai destinasi wisata baru di Kota Batu.

“Semoga Desa Tulungrejo semakin dikenal luas dan perekonomian masyarakat terus berkembang,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mikutopia Destinasi wisata Desa Tulungrejo Kota Batu