KETIK, SURABAYA – Mudik merupakan tradisi yang tak bisa dilewatkan bagi masyarakat Indonesia. Merayakan Idulfitri di kampung halaman menjadi hal yang wajib. Bertemu orang tua, sanak saudara untuk menyambung tali silaturahmi.
Saat ini, banyak kegiatan mudik gratis yang diadakan oleh pihak swasta dengan pemerintah. Momen-momen ini yang dimanfaatkan oleh masyarakat, mereka tetap ingin merayakan Lebaran di kampung halaman dengan tetap menghemat pengeluaran.
Salah satu kegiatan mudik gratis, dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pihaknya baru saja memberangkatkan kurang lebih 4.000 pemudik.
Dalam kegiatan itu, Pemprov Jatim menggandeng sejumlah dunia usaha, salah satunya Kokola Group.
"Kami ingin terus memberikan manfaat. Mudik gratis ini bukan hanya agenda tahunan, tapi momen yang selalu ditunggu masyarakat," kata Humas Kokola Group, Andi Fian Octavia, Jumat, 20 Maret 2026.
Deretan bus terparkir rapi, menunggu penumpang mudik. (Foto: Fitra/Ketik.com)
Fian melanjutkan, program mudik gratis ini juga sejalan dengan upaya pemerintah menekan angka kecelakaan saat arus mudik. Dimana banyak masyarakat beralih ke transportasi umum, perjalanan dinilai lebih aman dan nyaman.
"Kami ingin pemudik bisa menikmati perjalanan dengan lebih menyenangkan," ucap Fian.
Terpisah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga mengungkapkan hal yang sama. Mudik gratis dilakukan untuk menekan angka kecelakaan selama mudik Lebaran.
"Dua indikator utama program ini adalah keselamatan dan ekonomi. Kita ingin menekan angka kecelakaan sekaligus meringankan beban biaya transportasi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan," tandasnya. (*)
