KETIK, SURABAYA – Lebaran merupakan momen sakral yang sudah dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, khususnya di Surabaya, merayakan Lebaran tidak cukup dengan silaturahmi bermaaf-maafan saja.
Memakai busana muslim juga menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan. Memilih baju, sebelum berkunjung ke rumah sanak saudara menjadi hal yang wajib diperhatikan.
Nah, seiring berkembangnya dunia fashion, berkembang pula model busana muslim, khususnya Gen Z. Seorang Desainer, Vania menjelaskan saat ini model busana muslim banyak mengalami pergeseran.
"Sekarang Gen Z suka bajunya lebih simpel. Tidak riweh dengan aksen-aksen. Simple but on point," katanya.
Menariknya, kata Vania, selain model busana simpel. Gen Z juga lebih minat untuk memilih warna-warna yang cenderung aman. Alasannya agar mereka dapat memadukan dengan aksesoris lain dan cocok dengan warna kulit.
Tren warna Gen Z
Krem
Warna pertama yang menurut Vania sedang digemari Gen Z adalah krem. Ia menjelaskan, banyak Gen Z yang memilih warna ini karena bisa di mix and match dengan sejumlah aksesoris.
"Selain itu Gen Z senang dengan warna-warna kalem seperti ini. Tidak mencolok dan cocok dengan warna kulit," katanya.
Coklat
Warna ini juga menjadi favorit Gen Z. Kalem, elegan dan cocok dipadukan dengan banyak aksesoris. Selain itu warna coklat juga cukup umum ditemukan pada sejumlah toko.
Tak hanya itu, warna coklat juga bisa dijadikan sarimbit untuk berfoto bersama keluarga besar di momen Lebaran.
Hindari aksen busana mencolok
Payet, warna 'ngejreng' dan aksen-aksen mencolok yang menempel pada busana ternyata juga dihindari oleh Gen Z.
Vania kembali menjelaskan, jika busana minimalis lebih disukai oleh Gen Z. Maka dari itu, ia yang saat ini berkolaborasi dengan ibunya Wiwit kadang kala suka beradu argumen mengenai hal ini.
"Tren bajunya beda banget pokoknya. Gen Z dengan yang zaman dulu," tegas Vania. (*)
