Tak Sekadar Belajar, Siswa SRMP 14 Kota Batu Temukan Keluarga Baru di Sekolah Rakyat

16 Januari 2026 15:03 16 Jan 2026 15:03

Thumbnail Tak Sekadar Belajar, Siswa SRMP 14 Kota Batu Temukan Keluarga Baru di Sekolah Rakyat

Tegar Haddani Robbi saat ditemui setelah merayakan Isra Mi’raj di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 14 (SRMP 14) Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu menjadi pengalaman baru sekaligus berkesan bagi para siswanya. Meski harus tinggal di asrama dan berjauhan dengan keluarga, suasana kebersamaan dan perhatian yang diberikan justru menghadirkan rasa nyaman.

Salah satunya dirasakan Tegar Haddani Robbi, siswa asal Pesanggrahan, Kota Batu. Ia mengaku pada awalnya sempat ragu dan merasa berat karena harus tinggal penuh di sekolah tanpa bisa pulang setiap hari.

“Awalnya saya sebenarnya tidak mau sekolah di sini karena tidak bisa pulang. Tapi karena dari pagi sampai malam selalu bersama teman-teman, lama-lama jadi terbiasa. Bahkan sekarang kalau pulang justru rasanya aneh dan malah kangen,” ujarnya, Jumat, 16 Januari 2026.

Setelah menempuh pendidikan selama sekitar enam bulan, Tegar merasakan banyak perubahan positif. Ia menilai SRMP tidak hanya memberikan pelajaran akademik, tetapi juga perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekolah.

“Yang saya dapat bukan cuma ilmu, tapi juga kasih sayang dan perhatian dari guru-guru, wali asrama, dan wali asuh. Saya juga bersyukur dipercaya menjadi ketua OSIS, sehingga belajar memegang tanggung jawab,” kata siswa berusia 13 tahun ini.

Dari sisi akademik, Tegar mengaku puas dengan hasil belajar yang diraihnya. Ia juga aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana pengembangan diri.

“Nilai rapor alhamdulillah memuaskan. Untuk ekskul, saya ikut futsal dan olimpiade IPS,” ungkapnya.

Menurut Tegar, anggapan bahwa sekolah rakyat identik dengan fasilitas terbatas tidak sepenuhnya benar. Justru, ia merasakan keunggulan SRMP dibandingkan sekolah reguler yang pernah ia jalani sebelumnya.

“Keunggulannya ada di pendidikannya dan rasa kekeluargaan. Di sini kami benar-benar diperhatikan dan disayang. Berbeda dengan sekolah biasa yang pagi masuk, siang pulang, lalu selesai,” tuturnya.

Fasilitas dan kebutuhan siswa, kata Tegar, juga telah disediakan secara menyeluruh oleh sekolah. Mulai dari tempat tinggal hingga kebutuhan sehari-hari.

“Dari bangun pagi sampai malam semua sudah disiapkan. Kamar, makan, sampai perlengkapan mandi juga tersedia,” jelasnya.

Selain kegiatan belajar, aktivitas sosial menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Salah satunya melalui program pengabdian kepada masyarakat.

“Yang paling saya senangi selain olahraga adalah kegiatan Saga Satu atau Sapa Warga Sapa Batu. Kami membantu warga sekitar Songgokerto, mulai dari kerja bakti, memunguti sampah, sampai koordinasi dengan kelurahan,” ujarnya.

Tegar menambahkan, pihak sekolah juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertemu keluarga melalui jadwal kunjungan dan libur tertentu.

“Ada libur semester, kemarin saya pulang sekitar dua minggu. Selain itu ada kunjungan orang tua sebulan sekali, biasanya dari jam delapan sampai sebelas,” katanya.

Sebagai angkatan pertama SRMP 14 Kota Batu, Tegar berharap program sekolah rakyat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di Indonesia.

“Semoga sekolah rakyat semakin maju dan terus mendukung anak-anak yang kekurangan pendidikan atau dari keluarga kurang mampu. Harapannya sekolah rakyat bisa diperbanyak di banyak daerah agar menciptakan generasi yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Sekolah Rakyat SRMP 14 Kota Batu Kota Batu Sekolah Rakyat Menengah Pertama