KETIK, SURABAYA – Selain coklat, bunga juga menjadi salah satu primadona yang digunakan untuk mengungkapkan rasa sayang. Dalam rangka menyambut momen cinta, Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) umumnya banyak orang yang memberikan bunga kepada pasangannya.
Di Surabaya, suasana itu terasa kental di kawasan Jalan Kayoon. Sejak pagi hingga menjelang malam, deretan pedagang bunga musiman tampak memadati sisi trotoar. Aneka mawar merah, putih, hingga pink tersusun rapi, sebagian telah dirangkai menjadi buket dengan pita dan kertas pembungkus bernuansa romantis.
Kayoon yang sehari-hari dikenal sebagai sentra penjualan bunga memang selalu hidup, tetapi menjelang 14 Februari, denyutnya terasa berbeda. Permintaan meningkat, pembeli datang silih berganti—mulai dari remaja, mahasiswa, hingga pekerja kantoran yang menyempatkan diri untuk mampir.
Salah satu pedagang bunga di Jalan Kayoon, Rudi, mengatakan penjualan meningkat menjelang Valentine. “Biasanya sudah ramai sejak dua hari sebelumnya. Paling banyak dicari mawar merah,” ujarnya.
Menyambut perayaan Valentine, pedagang bunga di Surabaya membanjiri kios mereka dengan ratusan buket bunga artifisial. (Foto: Gracio Pardomuan/ketik.com)
Menurutnya, pembeli datang dari berbagai kalangan, tidak hanya anak muda. “Ada yang beli untuk pasangan, ada juga untuk orang tua atau istri. Momen ini lumayan membantu penjualan,” tambahnya singkat.
Menariknya, tak semua pembeli membeli bunga untuk pasangan. Beberapa di antaranya mengaku memberikan bunga kepada orang tua, sahabat, bahkan rekan kerja sebagai bentuk apresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa makna Valentine kian meluas, tak lagi terbatas pada hubungan romantis semata.
Momentum ini tidak hanya memperlihatkan antusiasme warga dalam merayakan Hari Kasih Sayang, tetapi juga menguatkan peran Kayoon sebagai sentra bunga yang selalu relevan setiap tahunnya. Di tengah perubahan tren perayaan, bunga tetap menjadi pilihan yang konsisten untuk menyampaikan perhatian.(*)
