KETIK, SURABAYA – Ketertarikan pada manusia, budaya dan keberagaman sosial menjadi fokus utama yang diangkat Universitas Airlangga (Unair) dalam pengenalan Program Studi S1 Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @univ_airlangga yang tayang pada Jumat, 6 Febuari 2026, Unair mengajak calon mahasiswa mengenal lebih dekat ilmu antropologi sebagai cara memahami kehidupan manusia secara lebih mendalam dan empatik.
Antropologi tidak hanya mempelajari kebudayaan secara umum, tetapi menelaah cara hidup manusia dari perspektif orang dalam atau emic.
Mahasiswa diajak membaca makna di balik tradisi, perilaku sosial, bahasa hingga simbol budaya yang membentuk suatu masyarakat. Pendekatan ini membuat antropologi relevan dalam memahami dinamika sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Program Studi Antropologi Fisip Unair merupakan salah satu prodi di lingkungan FISIP yang telah mengantongi akreditasi unggul dari BAN-PT serta akreditasi internasional FIBAA.
Capaian tersebut menunjukkan mutu pendidikan dan pengelolaan akademik yang berstandar nasional dan internasional.
Dalam kurikulumnya, Antropologi Fisip Unair menawarkan dua peminatan, yakni Antropologi Ragawi (Physical Anthropology) dan Antropologi Sosial-Budaya (Sociocultural Anthropology). Kedua peminatan ini memungkinkan mahasiswa memahami manusia tidak hanya dari sisi sosial dan budaya, tetapi juga dari aspek biologis dan evolusioner.
Selain aspek akademik, Unair juga menyoroti prospek karier lulusan Antropologi yang cukup luas. Lulusan dapat berkiprah sebagai peneliti budaya dan sosial, aparatur sipil negara, antropolog, pekerja di bidang NGO dan community development, konsultan budaya dan cagar budaya, analis kebijakan hingga dosen.
Melalui pengenalan ini, ditegaskan Program Studi Antropologi Fisip Unair menjadi ruang belajar bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi agen cultural insight serta memiliki kepekaan sosial dalam menghadapi persoalan masyarakat. (*)
