KETIK, LUMAJANG – Sesuai dengan perencanan Perumdam Tirta Mahameru Lumajang dengan aktifnya penggunaan mata air Kalisono di desa Sumberwringin, diharapkan sebanyak 1.500 pelanggan Perumdam Tirta Mahameru di Kecamatan Klakah, yang selama ini tidak teraliri air, bisa aktif kembali.
Sejak beberapa tahun terakhir ini, sejumlah pelanggan air minum dari Perumdam Tirta Mahameru Lumajang menyatakan stop berlangganan, karena debit air yang tersedia tidak mencukupi.
Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati meresmikian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang diambil dari mata air Kalisono di Desa Sumberwringin untuk mencukup kebutuhan air di sejumlah desa di Kecamatan Klakah, Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Plt. Direktur Utama Perumdam Tirta Mahameru Lumajang Khoirul Anam, selama ini pemenuhan untuk kebutuhan air minum di Kecamatan Klakah disuplay dari mata air di Ranu Bedali Kecamatan Ranuyoso yang dilakukan secara bergantian dengan Kecamatan Klakah.
Dengan diresmikannya SPAM di Desa Sumberwringin, maka air dari mata di Desa Ranu Bedali bisa fokus untuk Kecamatan Ranuyoso, sedangkan dari pelanggan di Kecamatan Klakah akan disuplay dari sumber Kalisono.
“Saya senang sekali hari ini, sudah sekian kali ganti Bupati, wilayah utara Lumajang ini selalu kekurangan air. Mulai dari Bupati Syharazad Masdar, kakak saya sendiri, lalu Cak Thoriq dimana saya jadi Wabupnya, belum bisa diselesaikan," kata Bunda Indah, dalam sambutannya sebelum penandatanganan prasasti.
"Baru kali ini kita bisa mengatasi walaupun mungkin bisa memenuhi sebagian saja, tapi saya senang sekali,” sambungnya.
Berdasarkan data dari Perumdam Tirta Mahameru Lumajang, debit air yang digunakan untuk keperluan jaringan air minum sekitar 10 liter perdetik. Sedangkan sisa debit air dari sumber tersebut tetap digunakan untuk kebutuhan irigasi pertanian warga setempat.
Untuk menjaga debit air terus bertambah, Perumdam Tirta Mahameru Lumajang membuat 18 sumber resapan di sekitar sumber Kalisono dan melakukan sejumlah penanaman pohon.
“Upaya penghijuan kita lakukan agar debit air tidak berkurang, dan kita juga membuat sumur resapan di sekitar mata air,” kata Khoirul Anam.(*)
