Sukses dengan Na Willa, Reda Gaudiamo Juga Dikenal Lewat Musikalisasi Puisi, Ini Playlistnya!

25 Maret 2026 20:00 25 Mar 2026 20:00

Thumbnail Sukses dengan Na Willa, Reda Gaudiamo Juga Dikenal Lewat Musikalisasi Puisi, Ini Playlistnya!

Penulis buku Na Willa, Reda Gaudiamo, bersama Alm Ari Malibu yang dikenal gemar melantunkan musikalisasi puisi indah. (Foto: Instagram @ini.arireda)

KETIK, MALANG – Reda Gaudiamo merupakan seorang seniman Indonesia yang juga penulis sebuah buku best seller bertajuk Na Willa. Reda juga dikenal sebagai musisi yang gemar melakukan musikalisasi puisi karya-karya maestro sastra.

Nama Reda Gaudiamo kembali diperbincangkan usai bukunya, Na Willa dialihwahanakan menjadi sebuah film dengan judul yang sama. Dalam karya tersebut, Reda mencoba mengisahkan kehidupan anak-anak yang menyenangkan dan juga penuh akan makna. 

Adapun kariernya sebagai musisi ditampilkan dengan membentuk grup duo AriReda bersama Almarhum Ari Malibu. Banyak puisi-puisi indah yang berhasil mereka gubah menjadi lagu. Mempermudah penikmat sastra untuk menghayati makna dari puisi-puisi tersebut. 

Berikut adalah beberapa playlist musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Reda Gaudiamo dalam grup AriReda!

1. Hujan Bulan Juni (Sapardi Djoko Damono) 

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

2. Pada Suatu Hari Nanti (Sapardi Djoko Damono) 

Pada suatu hari nanti, 

Jasadku tak akan ada lagi, 

Tapi dalam bait-bait sajak ini, 

Kau tak akan kurelakan sendiri. 

Pada suatu hari nanti, 

Suaraku tak terdengar lagi, 

Tapi di antara larik-larik sajak ini

Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti, 

Impianku pun tak dikenal lagi, 

Namun di sela-sela huruf sajak ini, 

Kau tak akan letih-letihnya kucari

3. Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka

ketika jari-jari bunga terbuka

mendadak terasa: betapa sengit

cinta Kita

cahaya bagai kabut, kabut cahaya; di langit.

menyisih awan hari ini: di bumi

meriap sepi yang purba;

ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata, suatu pagi

di sayap kupu-kupu, di sayap warna.

suara burung di ranting-ranting cuaca,

bulu-bulu cahaya: betapa parah

cinta Kita

mabuk berjalan, di antara jerit bunga-bunga rekah

4. Sajak Cinta (Todung Mulya Lubis) 

Kau tahu matamu itu 

Sinar rembulan yang tak tidur

Di waktu malam 

Kau tahu rambut hitammu 

Hutan yang tak gundul di kemarau panjang

Kau tahu keringatmu itu 

Aroma harum kehidupan 

Menyambung zaman 

Kau tahu matamu itu 

Sinar rembulan yang tak tidur

Di waktu malam 

Kau tahu rambut hitammu 

Hutan yang tak gundul di kemarau panjang

Kau tahu keringatmu itu 

Aroma harum kehidupan 

Menyambung zaman

5. Ranjang (Todung Mulya Lubis) 

Sebuah dermaga

di mana rindu

dilabuhkan

Sesudah itu

perahu berlayar

beberapa bulan

6. Selesai (Todung Mulya Lubis) 

Detik hari berguguran

Awan pagi mendesak

Ke daun jendela

Lalu sebuah janji bergetar

Tak tahu bila kan usai

Namun telah terasa 

Segala kan selesai. (*)

Tombol Google News

Tags:

Reda Gaudiamo AriReda Na Willa Musikalisasi Puisi