KETIK, ACEH SINGKIL – Perkembangbiakan nyamuk Anopheles, diduga sebagai pemicu KLB Malaria di Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat (PBB). Atas kejadian itu, Wabup Aceh Singkil turun membahas penanganan.
Rombongan Wabup, Hamzah Sulaiman, bersama SKPK datang ke Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat, Kamis, 28 Agustus 2025. Langkah itu sebagai upaya penanganan intensif atas Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria, sekaligus membahas percepatan pembangunan wilayah kepulauan.
Pemicu kasus ini, kata Hamzah, boleh jadi faktor lingkungan yang mendukung perkembangan nyamuk. Ia minta semua pihak bersinergi dalam penanggulangan.
"Perketat pemantauan, identifikasi, dan lacak perkembangan kasus Malaria. Ketersediaan dan distribusi obat bagi penderita harus maksimal, " tegas Hamzah, yang juga sebagai ketua Satgas Penanganan Malaria.
Ia juga mendorong agar masyarakat mengetahui gejala malaria, pencegahan penularan, dan pengobatan. Ia juga meminta agar menjaga lingkungan dari sampah serta genangan air.
Moersal, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, menjelaskan bahwa Malaria dapat segera ditangani bila masyarakat disiplin mengikuti anjuran medis.
"Penyakit malaria pasti bisa sembuh, asalkan pasien minum obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan," katanya.
Surkani, kadis Lingkungan hidup menambahkan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran. "Jelas, mencegah pasti lebih baik dari pada mengobati, " tegasnya,
Dalam kunjungannya, Hamzah Sulaiman juga menyerahkan kelambu antimalaria kepada warga sebagai langkah nyata perlindungan kesehatan.(*)