KETIK, MALANG – Manajemen Arema FC buka suara ihwal keluhan Aremania terkait banderol tiket laga kandang mereka. Klub berjuluk Singo Edan tersebut mengaku banderol tersebut tak terelakkan.
Manajer Bisnis Arema FC, Munif Bagaskara Wakid, menyebut bahwa kenaikan tiket laga kandang merupakan sesuatu yang tak bisa dielakkan. Pasalnya, ada sejumlah pengeluaran yang tidak bisa dihindarkan.
"Kalau disebut pricey (mahal), memang bagaimana ya? Itu sudah kesepakatan juga dari manajemen bahwa itu sudah kita lock," ucap Munif.
Sebelumnya, Aremania -julukan suporter Arema- menilai bahwa banderol tiket kandang Arema FC terlalu tinggi. Hal inilah, sambungnya, yang menjadi salah satu faktor sepinya penonton dalam laga di Kanjuruhan.
Untuk BRI Super League 2025/2026, manajemen Arema FC menetapkan beberapa kategori harga tiket. Bagi penonton kelas ekonomi di tribun utara dan selatan dikenai banderol Rp125 ribu. Sementara, untuk kategori ekonomi utama, di tribun timur, penonton dikenakan banderol Rp150 ribu.
Untuk kategori VIP B, harga tiket dipatok sebesar Rp250 ribu. Sementara, harga tiket kategori VIP A ditetapkan sebesar Rp300 ribu.
Kategori dengan banderol tertinggi adalah VVIP. Untuk bisa membeli tiket ini, penonton harus merogoh kocek sebesar Rp450 ribu.
Lebih lanjut, menurut Munif, manajemen Arema FC tak tutup mata dengan keluhan Aremania. Mereka, sambung alumnus Universitas Brawijaya Malang ini, sudah menggagas sejumlah program untuk membuat banderol tiket lebih murah.
"Kami sudah menyiapkan beberapa mekanisme, termasuk dengan adanya family bundling dan lain-lain. Harapannya, paket ini bisa memudahkan suporter agar bisa menonton bersama keluarga dan dengan harga lebih murah," tuturnya.
"Kami juga ada program dengan BTN yang juga bisa dimanfaatkan oleh teman-teman Aremania agar bisa mendapat potongan sampai Rp50 ribu," Munif menandaskan. (*)
