KETIK, MALANG – Kabar baik bagi para skater dan komunitas skateboard di Kota Malang. Seiring tuntasnya revitalisasi Alun-Alun Merdeka, area skatepark kini telah siap digunakan kembali.
Tampilan skatepark saat ini dinilai lebih layak dan representatif untuk menunjang latihan para atlet maupun penghobi. Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa perbaikan ini bertujuan memastikan fasilitas publik tetap aman dan fungsional.
Raymond menyebutkan bahwa selama masa revitalisasi, tidak ada perubahan struktur pada area skatepark. Namun, pihaknya membuka diri terhadap usulan perubahan dari komunitas di masa mendatang.
"Arena skateboard kita hanya memperbaiki. Nanti ke depan kalau memang ada permintaan perubahan, kita akan coba ajukan lagi pakai anggaran pemerintah atau branding Bank Jatim lagi," ujar Raymond, Kamis, 29 Januari 2026.
Raymond turut menanggapi keluhan terkait banyaknya anak-anak yang bermain di lintasan skateboard. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna sekaligus mengganggu ritme latihan para skater.
Sebagai langkah solutif, DLH berencana memproteksi area skatepark secara lebih permanen, salah satunya dengan memasang pagar pembatas untuk menyaring akses masuk.
"Jadi kemarin kami melakukan sesuai dengan perencanaan awal. Dengan kondisi yang seperti ini dan informasi dari masyarakat juga, kami akan mencoba berikutnya skatepark itu dibuat permanen. Dalam arti ada pagar pembatas supaya tidak semua anak-anak kecil bisa masuk," ungkapnya.
Agar lebih representatif, DLH Kota Malang akan berkoordinasi dengan atlet skateboard maupun KONI Kota Malang. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kebermanfaatan Alun-Alun Merdeka bagi berbagai lapisan masyarakat.
"Nanti menyesuaikan lokasinya, termasuk perubahannya, apakah luasnya tetap, yang diubah modelnya atau menambahkan luasan. Nanti kita kerja sama dengan KONI Kota Malang, maupun atlet atau dari pengurus cabor skateboard," tutupnya. (*)
