KETIK, BANYUWANGI – Sinergitas antara elemen masyarakat dan institusi kepolisian menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di Kabupaten Banyuwangi.
Kolaborasi itu tercermin dari hubungan erat antara Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi yang diketuai Hakim Said, S.H. dengan Polresta Banyuwangi di bawah kepemimpinan Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.
Selama kurang lebih 1 tahun 3 bulan memimpin Polresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra dikenal konsisten mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan inklusif dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.
Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Rumah Kebangsaan Banyuwangi yang bergerak secara kultural sebagai ruang perjumpaan lintas elemen, lintas organisasi, dan lintas keyakinan. Hal itu disampaikan Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Kabupaten Banyuwangi, Hakim Said.
“RK Banyuwangi tidak hanya menjadi ruang diskusi kebangsaan, tetapi juga berperan aktif sebagai penguat toleransi lintas agama. Forum dialog antarumat beragama, kegiatan kebangsaan, serta ruang musyawarah lintas komunitas menjadi bagian dari kerja kultural RK Banyuwangi dalam merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Blambangan,” ujar Hakim Said.
Sinergi antara RK Banyuwangi dan Polresta Banyuwangi, kata Hakim Said, terbangun bukan sebatas hubungan kelembagaan, melainkan relasi kemitraan yang cair.
Polresta kerap hadir dalam kegiatan kebangsaan dan sosial yang digagas Rumah Kebangsaan, sementara RK berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan aparat kepolisian.
“Saya menilai gaya kepemimpinan Rama Samtama Putra mampu menghadirkan wajah Polri yang tegas namun tetap membumi dan humanis,” jelas Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Hakim Said.
Lebih lanjut, Hakim Said mengatakan, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra ketika menjadi Kapolresta Banyuwangi tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Kombes Rama hadir sebagai pemimpin yang mau mendengar, berdialog, dan merangkul seluruh lapisan masyarakat Blambangan.
“Bagi kami di Rumah Kebangsaan, ini bukan sekadar hubungan dengan institusi Polri, tetapi kerja bersama menjaga Banyuwangi tetap rukun dan damai,” ujar Hakim Said, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurut Hakim Said, pendekatan yang dikedepankan oleh Kombes Rama ketika menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi yakni membuat ruang-ruang dialog sosial dan keagamaan dan menekan potensi gesekan di masyarakat.
“Penegakan hukum tetap berjalan, tetapi dengan sentuhan kemanusiaan. Itu yang membuat masyarakat Banyuwangi merasa aman sekaligus dihargai. Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra menyampaikan pandangannya saat terakhir berdiskusi dan bersilaturahmi di Rumah Kebangsaan Banyuwangi, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga situasi kamtibmas di Banyuwangi tidak mungkin dicapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat dan organisasi sosial,” tutur Hakim Said.
Pendekatan kolaboratif dan lintas sektoral menjadi kunci agar Polri tetap dipercaya publik.
“Polisi harus hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga dalam proses merawat kebersamaan. Itu pesan Kompol Rama ketika berdialog terakhir di Rumah Kebangsaan Banyuwangi,” terang Hakim Said.
Selama masa kepemimpinan Kompol Rama, sambung Hakim Said, Polresta Banyuwangi menguatkan program pelayanan publik, pendekatan preemtif dan preventif, serta komunikasi sosial yang intens dengan tokoh agama, tokoh adat, dan komunitas lintas iman.
“Masyarakat bisa interaksi langsung melalui program Wadul Kapolresta berbasis WhatsApp turut memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat. Situasi kamtibmas yang relatif kondusif selama periode tersebut menjadi indikator keberhasilan sinergi kultural dan struktural yang terbangun,” beber Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi.
Kini, setelah menuntaskan masa tugasnya di Bumi Blambangan, imbuh Hakim Said, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, mendapat amanah baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua.
Penugasan ini menjadi bentuk kepercayaan institusi Polri atas rekam jejak dan kapasitas kepemimpinannya.
“Meski telah berpindah tugas ke Bumi Cenderawasih, jejak kepemimpinannya di Banyuwangi masih terasa kuat. Bahkan, di kalangan masyarakat, Banyuwangi masih sosok Kapolresta seperti Rama Samtama Putra, figur pemimpin kepolisian yang tegas, komunikatif, dan menyatu dengan masyarakat,” tegas Hakim Said.
Tidak sedikit warga Banyuwangi yang mengaku kehilangan Kombes Rama dan belum sepenuhnya move on atas kepindahannya.
Karena mereka pernah merasakan kehadiran seorang Kapolresta yang bekerja dengan hati, merawat keberagaman, serta menjadikan sinergi lintas agama dan lintas elemen sebagai fondasi utama keamanan. (*)
