KETIK, SUMENEP – Komitmen menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep terus diperkuat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang-Batang Daya menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bulanan di Hotel Myze, Selasa 17 Februari 2026, Kecamatan Kota Sumenep.
Pertemuan ini tak sekadar agenda rutin. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyamakan langkah antara pengelola program, pihak sekolah, hingga tim dapur penyedia makanan. Fokus utamanya jelas, memastikan makanan yang diterima siswa sesuai standar gizi dan tersalurkan tepat sasaran.
Kepala SPPG Batang-Batang Daya, Zainuddin, menegaskan evaluasi berkala menjadi momentum penting untuk terus memperbaiki layanan. Ia menyebut setiap masukan dari penanggung jawab sekolah maupun PIC lapangan akan dijadikan bahan pembenahan.
Menurutnya, forum evaluasi bukan ajang mencari kekurangan, melainkan ruang untuk memperkuat sistem pelayanan. Berbagai catatan dari sekolah akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas menu sekaligus mekanisme distribusi makanan.
“Evaluasi ini kami jadikan pemicu untuk berbenah. Saran dari sekolah sangat berarti agar mutu makanan dan pelayanan semakin optimal. Kami juga berkomitmen menyukseskan program prioritas Presiden sebagai bagian dari peningkatan gizi nasional,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Mitra SPPG Batang-Batang Daya, H. Mustain Samaji. Ia menekankan evaluasi harus berdampak nyata, bukan sekadar formalitas.
Ia menjelaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan pihak sekolah akan dihimpun dan dianalisis guna menyempurnakan kinerja dapur MBG. Perbaikan difokuskan pada kualitas menu, standar kebersihan, hingga pola distribusi makanan.
“Kritik dan masukan kami jadikan evaluasi menyeluruh. Targetnya pelayanan semakin tepat, higienis, dan benar-benar memberi dampak positif bagi tumbuh kembang anak,” tuturnya.
Sebanyak 33 lembaga pendidikan dari berbagai jenjang di wilayah Batang Batang Daya turut hadir dalam forum tersebut. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pengawasan program berjalan terbuka dan kolaboratif.
Kepala sekolah SDN Batang Batang Daya III mengaku forum semacam ini memudahkan sekolah menyampaikan kendala teknis di lapangan. Dengan komunikasi yang intens, pengelola dapur bisa segera melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan siswa.
“Lewat forum ini, kami merasa dilibatkan secara langsung. Setiap persoalan bisa dibahas bersama dan dicarikan solusi. Harapannya tentu kualitas asupan gizi anak-anak semakin baik,” ungkapnya.
Di akhir pertemuan, peserta rapat menyepakati sejumlah rekomendasi teknis yang akan segera diterapkan di seluruh unit dapur MBG wilayah Batang Batang Daya.
Dengan koordinasi yang terus diperkuat, pelaksanaan Program MBG diharapkan kian maksimal dan mampu mendukung lahirnya generasi sehat serta berkualitas di Sumenep.(*)
