KETIK, SURABAYA – Mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A. Paulo Surabaya menggelar pameran fotografi “Simple Art Installation” di Aula Yosepha Hendrina Stenmanns STIKVINC pada 12–14 Februari 2026. Pameran ini menampilkan lebih dari 100 karya foto yang mengangkat tema kemanusiaan, solidaritas, dan semangat kebangsaan.
Karya foto yang dipamerkan dalam pameran ini memotret perjuangan, solidaritas, dan nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat. Karya-karya ini lahir dari proses design thinking: mahasiswa belajar memahami realitas sosial, berempati, lalu merancang pesan visual yang menggugah kesadaran tentang apa artinya menjadi warga negara yang aktif dan peduli.
“Lewat lensa kamera, kami belajar melihat Indonesia dari dekat — dari wajah-wajah sederhana yang bekerja keras hingga nilai gotong royong yang masih hidup di sekitar kita,” tutur Ni Luh Ayu Tirza Pascalita, Ketua Panitia Pameran.
Pameran ini juga menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan, di mana mahasiswa diajak untuk menghubungkan teori dengan kehidupan nyata. Dosen pengampu, Paulus Benny Setiawan, S.H., M.Hum., menilai kegiatan ini sebagai bentuk penerapan nyata semangat Becoming Indonesia.
“Mereka tidak hanya memotret, tetapi juga merefleksikan jati diri sebagai bagian dari bangsa. Karya-karya ini adalah bentuk cinta tanah air dalam bahasa visual,” ujarnya.
“Simple Art Installation” bukan sekadar pameran fotografi, tetapi juga laboratorium kecil bagi mahasiswa untuk berlatih menjadi warga yang kreatif, kritis, dan berempati. Di balik setiap foto, ada pesan: bahwa menjadi Indonesia bukan hanya soal identitas, tetapi juga soal tindakan, kepedulian, dan keinginan untuk membuat perubahan, sekecil apa pun itu.
Dengan semangat design thinking dan nilai kebangsaan, mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A. Paulo Surabaya membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi jembatan antara ilmu, seni, dan kemanusiaan. (*)
