KETIK, SURABAYA – Hari pertama Idufitri 1447 H sampah membeludak di beberapa titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kota Surabaya. Sebab, sampah yang dibuang di TPS melampaui kapasitas.
Akibatnya mobil box pengakut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya kewalahan. Sampah dari TPS terlambat diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo.
Sampah juga menumpuk di jalan Widodaren tengah kota. karenan di TPS tidak cukup.
Tumpukan sampah di Jalan Widodaren (Foto: Irwan for Ketik.com)
Petugas yang mengangkut sampah pada hari pertama Idulfitri tidak semuanya berdinas. Sebagian petugas dari Dinas Kebersihan libur merayakan idulftri 1447 H pada hari pertama.
Sementara petugas yang mengambil sampah dari RT/RW juga banyak yang libur. Sehingga sampah di TPS banyak yang menumpuk. Bahkan di TPS Kelurahan Manukan Kulon, meluber sampai ke bahu jalan.
Menjelang Idulfitri sampah yang dibuang bukan saja sampah basah maupun kering. Para pemilik rumah saat membuang sampah dengan kantong plastik ada yang menambah barang bekas.
Sehari sebelum Idulfitri, petugas pengangkut sampah dari rumah ke TPS banyak yang pulang kampung.
“Kami kewalahan memilah sampah di TPS. Barang yang dibuang banyak macamnya”. Keluh Lukmana, salah seorang pemilah sampah di TPS kawasan Manukan Kulon kepada Ketik.com, Sabtu, 19 Maret 2026.
Dia menambahkan bahwa sampah yang dibuang di TPS kelihatan lebih banyak dari tahun lalu. Masyarakat yang membuang sampah tidak murni sampah rumah tangga.
Sampah yang membludak pada Idulfitri kebanyakan didominasi dari kompleks perumahan yang padat penduduk. Sementara di perumahan cluster pembuangan sampah sudah diatur dengan rapi.
Sampah yang dikemas rapi di Perumahan Candi Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya (Foto: Ara for Ketik.com)
Sampah di TPS Manukan memang kelihatan semrawut. Hal tersebut ada beberapa box sampah yang belum diangkut ke TPA Benowo.
Sementara sampah yang dibuang di TPS di atas meliputi Kelurahan Manukan Kulon, sebagian wilayah perumahan Tengger dan Manukan Lor.
TPS di perumahan Candi Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya sampah yang dibuang diatur rapi. Sampah yang sudah dipilah dimasukkan ke dalam box.
Catatan di Dinas LH pada bulan Maret 2026 volume sampah di Surabaya setiap hari sebanyak 1.800 ton. Kapasitas sampah 1.000 ton diproses di TPA Benowo menjadi energi.(*)
