Umrah Ramadan KBIHU Muhammadiyah, 90 Jemaah Diajak Memaknai Sa'i Ajarkan Ikhtiar dan Tawakal

13 Maret 2026 18:52 13 Mar 2026 18:52

Thumbnail Umrah Ramadan KBIHU Muhammadiyah, 90 Jemaah Diajak Memaknai Sa'i Ajarkan Ikhtiar dan Tawakal

Jemaah umrah KBIHU Muhammadiyah Surabaya menjalani Sa'i sebagai salah satu rukun wajib umrah di kawasan Masjidil Haram, Mekkah pada Ramadan 1447 Hijriah. (Foto: KBIHU Muhammadiyah Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 90 jemaah asal Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah bersama PT. Syahnaz Anggung Natour telah menyelesaikan ibadah secara lancar di Masjidil Haram, Mekkah.

Salah satu rukun dan menjadi ritual penting adalah Sa'i, yang memiliki makna filosofis mendalam tentang ikhtiyar dan tawakal.

Menurut Pembimbing Umrah Ali Fauzi, Sa'i berarti berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa"i merupakan salah satu rukun umrah yang wajib dilaksanakan.

"Ibadah ini mengingatkan kita pada kisah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang berlari-lari kecil mencari air untuk putranya, Ismail, di padang pasir tandus," ujarnya kepada ketik.com dari Mekkah, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa Sa'i mengajarkan tentang ikhtiar atau berusaha dan tawakal atau berserah diri kepada Allah SWT.

Dalam Sa'i, kata dia, jemaah diajarkan untuk tidak hanya berdoa, tapi juga berusaha keras mencapai tujuan.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran itu menyampaikan kisah Siti Hajar dan bayi Ismail mengajarkan umatnya bahwa ikhtiar dan tawakal harus berjalan bersamaan.

Siti Hajar tidak hanya berdoa, tapi juga berusaha keras mencari air di padang pasir untuk putranya, lalu kemudian Allah membalas usahanya dengan mengeluarkan air zam-zam dari bawah kaki Ismail.

Bagi 90 jamaah KBIHU Muhammadiyah, Sa'i menjadi pengalaman spiritual mendalam karena merasakan getaran yang mengisi setiap langkah serta kedamaian dan kebersamaan sulit diungkapkan dengan kata-kata.

"Sa'i adalah simbol perjuangan dan kesabaran. Kita harus berusaha keras dan bertawakal kepada Allah, seperti Siti Hajar dan Nabi Ibrahim," tutur Ali Fauzi.

Dengan demikian, lanjut dia, Sa'i bukan hanya ibadah fisik, tapi juga perjalanan spiritual yang membawa jemaah lebih dekat dengan Allah sekaligus mengajarkan nilai-nilai kehidupan penting, seperti ikhtiar dan tawakal.

"Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah Siti Hajar dan bayi Ismail, dan menjadi lebih kuat dan sabar dalam menghadapi tantangan hidup,* kata Kepala SMA Muhammadiyah 4 Surabaya tersebut.

Sementara itu para jemaah disampaikannya mendapat kelancaran serta kemudahan dalam menjalankan rukun umrah.

Di antara puluhan jemaah juga ikut serta Wakil Ketua PD. Muhammadiyah Kota Surabaya Bidang Haji dan Umrah, Marzuki dan Ketua PC Aisyiyah Kenjeran Laily Rosyidah. (*)

Tombol Google News

Tags:

kbihu Muhammadiyah Muhammadiyah umrah Ramadan sai bukit safa Marwah haji