Serukan Perdamaian Dunia, Direktur Pascasarjana Unisma: Perang Global Hantam Pangan hingga Ekonomi

31 Maret 2026 20:46 31 Mar 2026 20:46

Thumbnail Serukan Perdamaian Dunia, Direktur Pascasarjana Unisma: Perang Global Hantam Pangan hingga Ekonomi

Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Prof M Mas'ud Said membawa buku karyanya, menjelaskan tentang konflik global dan dampaknya pada kehidupan masyarakat. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. M. Mas'ud Said, turut memberikan komentar terkait krisis dan potensi perang global antara Amerika dan Iran. Pasalnya, perang global dapat memberikan dampak berupa hantaman terhadap kondisi pangan dan perekonomian masyarakat.

Prof. Mas'ud menyerukan agar para pemimpin dunia sadar bahwa perang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik di darat, laut, maupun udara. Krisis dapat mengancam kehidupan masyarakat meskipun tidak berada di wilayah perang.

"Impact-nya bisa ke kehidupan masyarakat. Kami menyerukan agar pemimpin dunia sadar bahwa perang memengaruhi ibu-ibu di rumah, kalangan cendekiawan, serta pendidikan anak-anak karena semua menjadi mahal. APBN akan turun, ekonomi seret, dan kehidupan tidak baik-baik saja," ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Prof. Mas'ud telah banyak mengulas tentang resolusi konflik melalui bukunya yang berjudul Pengantar Studi Konflik, Perdamaian, dan Resolusi Konflik. Ia menekankan bahwa tidak ada manusia maupun negara yang tidak ingin hidup damai. Hanya saja, terdapat kekeliruan dalam cara dan gaya kepemimpinan sebagian pemimpin dunia saat ini.

"Ingin damai tapi membunuh, ingin damai tapi mengebom, ingin damai tapi menguasai kekuasaan orang lain. Maka kondisi ini menjadi pemikiran kita bersama bagaimana agar dunia ini damai," lanjutnya.

Menurutnya, negara-negara, khususnya di Asia Tenggara, harus bersatu dan tetap solid agar tidak terjadi konflik layaknya di Timur Tengah. Perbedaan aliansi antara Iran dengan Uni Emirat Arab yang berada di kubu Amerika bahkan mampu memicu konflik meskipun saling bertetangga.

"ASEAN menjadi contoh bahwa negara-negara bertetangga harus menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan. Kalau ASEAN kuat, Asia kuat. Di sini, kekuatan ASEAN akan menjadi inspirasi bagi dunia lain agar tidak seperti yang terjadi di Iran, Israel, dan Amerika," tegasnya.

Ia menyadari bahwa tidak ada negara bertetangga yang sepenuhnya jauh dari potensi konflik. Namun, dengan resolusi konflik dan perdamaian, termasuk kesepakatan para pemimpin, potensi konflik dapat direduksi secara bersama-sama.

"Sekarang kasihan bangsa-bangsa di dunia ini. Kalau sampai perang meluas, apalagi perang nuklir, kita tidak akan tahu sampai kapan bisa bertahan hidup. Itulah pentingnya, dari hal-hal kecil seperti ini, akademisi, para profesor, dan para pemimpin politik menyerukan perdamaian dunia," ungkapnya.

Tombol Google News

Tags:

Direktur Pascasarjana Unisma Prof M Mas'ud Said UNISMA Pascasarjana Unisma Konflik Global Amerika vs Iran Resolusi Konflik