Isu Kenaikan BBM Picu Kepanikan Warga Lebak, Pemerintah Pastikan Harga Tetap

31 Maret 2026 22:13 31 Mar 2026 22:13

Thumbnail Isu Kenaikan BBM Picu Kepanikan Warga Lebak, Pemerintah Pastikan Harga Tetap

Ilustrasi SPBU Pertamina (Foto: ESDM)

KETIK, LEBAK – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disebut-sebut akan berlaku mulai pukul 00.00 WIB, Rabu 1 April 2026, memicu keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kabar yang beredar dari mulut ke mulut, termasuk dari lingkungan SPBU, membuat sejumlah warga memilih mengantisipasi dengan membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Salah satu warga Rangkasbitung, Difa, mengaku sempat mendapat informasi terkait kenaikan harga BBM saat mengisi bahan bakar di SPBU. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang petugas, yang menyebutkan adanya kemungkinan kenaikan harga pada malam hari.

“Tadi saya ngisi bensin di salah satu SPBU di Rangkasbitung. Kata seorang petugas SPBU bilang, ‘Kang, malam ini bensin akan naik,’” ujar Difa kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2026.

Mendengar kabar tersebut, Difa yang semula hanya berencana mengisi BBM senilai Rp20 ribu, akhirnya memutuskan untuk mengisi penuh tangki kendaraannya demi mengantisipasi lonjakan harga.

“Awalnya saya mau ngisi bensin Rp20 ribu. Setelah dengar kabar itu, saya langsung penuhin tangki motor buat kebutuhan sehari-hari cari nafkah,” katanya.

Kondisi ini menggambarkan kepanikan yang terjadi di masyarakat akibat informasi yang belum terverifikasi. Sejumlah warga lainnya juga dilaporkan melakukan hal serupa, yakni membeli BBM lebih banyak sebagai langkah antisipasi.

Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa isu tersebut tidak benar. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi.

Menurutnya, pemerintah telah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangannya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah, kata dia, menjamin ketersediaan BBM dalam kondisi aman dan harga tetap stabil.

“Kami berharap masyarakat mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat. Tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin dan harga tidak mengalami penyesuaian,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi resmi tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan di lapangan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Isu Kenaikan BBM 1 April 2026 Warga kabupaten Lebak banten ketik.com