KETIK, MALANG – Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) telah menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Dalam nota kesepakatan tersebut, Unisma membuka jalan kerja sama akademik dan pengabdian global yang lebih intensif.
Direktur Pascasarjana Unisma, Prof. M. Mas'ud Said, menjelaskan bahwa meskipun kerja sama telah terjalin sejak beberapa tahun sebelumnya, momen kali ini menjadi jembatan untuk memperdalam program bersama, salah satunya dalam penguatan penulisan dan kajian ilmiah.
"Kita telah saling berkunjung. Mahasiswa, dosen, dan manajemen mereka sudah datang ke sini. Kita juga sudah ke UiTM Malaysia, dan kerja sama ini telah berjalan beberapa tahun. Kami ingin memperdalam penulisan dan kajian-kajian ilmiah. Seperti saat ini kondisi konflik besar di dunia, bagaimana Islam, universitas, dan para cendekiawan berperan dalam mencari resolusi konflik dan perdamaian dunia," ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menilai bahwa kampus, baik di dalam maupun di luar negeri, harus mampu memberikan dampak kepada masyarakat secara luas. Dengan berkumpulnya para akademisi dan mahasiswa dari Unisma dan UiTM Malaysia, diharapkan mampu berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan regional dan global.
"Dengan kerja sama antara negara bertetangga, yaitu Malaysia dan Indonesia, para akademisi dapat berkumpul. Dengan demikian, diharapkan persoalan-persoalan regional dapat ditangani dengan lebih kuat sehingga kita bisa berkontribusi bagi perdamaian dunia," lanjutnya.
Prof. Mas'ud juga menilai bahwa kerja sama tersebut dapat membuat upaya pengabdian masyarakat menjadi lebih maksimal. Pengabdian yang dilakukan dapat menyasar pondok pesantren, yayasan yatim piatu, hingga pembangunan desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
"Kita juga mengirim mahasiswa dan dosen ke sana untuk melakukan pengabdian masyarakat. Pada 2027, Unisma ingin mengkategorikan diri sebagai universitas yang terakreditasi internasional dan memiliki peringkat dunia. Sekarang sudah mulai tampak, kerja sama merupakan salah satu syarat penting dalam mewujudkan World Class University," jelasnya.
Tak hanya itu, Unisma dan UiTM Malaysia juga mendapatkan manfaat yang sama, mulai dari dosen UiTM Malaysia yang dapat mengajar di Unisma, pertukaran mahasiswa selama satu bulan, hingga kolaborasi dalam pengabdian masyarakat.
"Tujuannya untuk mempererat hubungan. Jika ada kebutuhan tertentu, kita bisa saling membantu karena pengalaman Malaysia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan, meskipun juga ada perbedaan," tuturnya.
"Banyak keuntungan yang diperoleh, termasuk relasi. Kita juga bisa saling melakukan review akademik, misalnya profesor di sana dapat mereview profesor kita sehingga kualitas akademiknya meningkat," ia menandaskan.
