KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, resmi memulai rangkaian kegiatan pengajian Ramadan yang dikenal dengan istilah Khotmil Kutub. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan secara serentak di berbagai titik strategis pesantren, mulai dari masjid, musala, hingga asrama wilayah.
Pada sesi pengajian perdana, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, hadir mengampu kitab Nashoihud Diniyah. Dalam uraiannya, Kiai Zuhri memberikan penekanan mendalam mengenai distingsi antara ulama akhirat dan ulama dunia.
Kiai Zuhri menuturkan bahwa karakteristik utama ulama akhirat adalah mereka yang tidak menjadikan kesenangan duniawi sebagai orientasi hidup. Sebaliknya, mereka memandang kesenangan akhirat sebagai tujuan yang abadi.
"Jika kita menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan, pasti akan kecewa," tegasnya di hadapan para santri, Selasa, 17 Februari 2026.
Selain membahas orientasi hidup, Kiai Zuhri juga menyampaikan beberapa poin esensial bagi pengembangan diri santri dan masyarakat.
Ia mendorong jemaah untuk hidup mandiri dan tidak menggantungkan harapan kepada sesama manusia. Harapan sepenuhnya harus disandarkan hanya kepada Allah SWT.
Alih-alih menyalahkan pihak lain atas suatu keadaan, Kiai Zuhri mengajak setiap individu untuk rajin berintrospeksi guna mengenali kekurangan diri sendiri.
Menghadapi fenomena stres yang marak terjadi, ia mengingatkan bahwa segala kejadian adalah takdir Allah yaitu menyerahkan segala urusan kepada Sang Pencipta dianggap sebagai kunci agar manusia tidak larut dalam kesedihan saat menghadapi hal yang tidak disukai.
Menariknya, Kiai Zuhri juga mengulas relevansi harta, kedudukan, dan kekuasaan. Menurutnya, hal-hal tersebut tetap merupakan kebutuhan hidup yang penting, namun tidak boleh dicintai secara berlebihan hingga melalaikan tujuan akhirat.
Terkait kepemimpinan, ia menegaskan bahwa pemimpin adalah elemen krusial untuk mencegah terjadinya kekacauan atau hukum rimba.
"Penguasa yang benar-benar ingin menyejahterakan rakyat dan taat pada aturan memiliki derajat yang tinggi. Kelak, mereka akan dikumpulkan bersama para nabi di surga," pungkasnya.
Pesantren Nurul Jadid menggelar pengajian kitab ini secara online dan offline. Kegiatan Khotmil Kutub ini diharapkan menjadi sarana bagi santri dan masyarakat untuk memperdalam khazanah keislaman sekaligus memperkuat spiritualitas selama bulan suci Ramadan.(*)
