Deteksi Dini Bencana, Pj Sekda Kendal Cek Kesiapan Sistem Peringatan Dini di Titik Longsor

14 Februari 2026 12:21 14 Feb 2026 12:21

Thumbnail Deteksi Dini Bencana, Pj Sekda Kendal Cek Kesiapan Sistem Peringatan Dini di Titik Longsor

Pak Pj Sekda, bersama Perangkat Desa Tirtomulyo, Perangkat Kecamatan Plantungan dan BPBD Kendal, saat kegiatan pengecekan, Sabtu 14 Februari 2026. (Foto: Pemkab Kendal)

KETIK, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan pengecekan langsung ke lokasi tanah longsor di Dusun Wonotirto, Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Sabtu 14 Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini terhadap pergerakan tanah yang kian mengancam permukiman warga.

​Pengecekan tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, didampingi perangkat Desa Tirtomulyo, pihak Kecamatan Plantungan, serta tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal.

​“Hari ini kami menindaklanjuti laporan perangkat desa terkait longsor yang areanya semakin luas setiap hari. Pengecekan fisik sangat diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar Agus Dwi Lestari di lokasi kejadian.

​Berdasarkan hasil pemantauan, luasan longsoran terus bertambah secara signifikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena titik longsor hanya berjarak sekitar tujuh meter dari rumah warga.

​“Ini harus menjadi perhatian serius Pemkab Kendal. Jangan sampai longsor mengakibatkan bencana yang lebih besar, mengingat jaraknya sangat dekat dengan pemukiman,” tegas Agus.

​Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, Pemkab telah memastikan operasional Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini. Saat ini, terdapat lima titik EWS yang semuanya dinyatakan berfungsi normal. Sistem ini bertugas memantau pergerakan tanah dan menyebarkan informasi kondisi kritis secara cepat kepada masyarakat.

​Selain pengecekan fisik, rombongan juga mengadakan sosialisasi dan dialog dengan warga setempat mengenai prosedur evakuasi darurat.

​“Kami berdiskusi mengenai skema evakuasi warga yang tinggal di titik paling rawan, serta upaya penanganan jangka pendek lainnya,” imbuh Agus.

​Dalam waktu dekat, Pemkab Kendal berencana menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemangku kepentingan terkait. Rapat tersebut akan membahas strategi penanganan bencana secara menyeluruh, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.

​Sekretaris Desa Tirtomulyo, Usman Munib, menyampaikan harapan warga agar penanganan dilakukan secepat mungkin. Salah satu permintaan utama adalah relokasi bagi rumah yang berjarak kurang dari 10 meter dari bibir longsor.

​“Kami berharap warga yang terancam segera direlokasi. Selain itu, kami meminta penambahan alat EWS tepat di titik longsor serta penanganan pada tiga titik kritis agar pergerakan tanah tidak terus meluas ke arah rumah penduduk,” pungkas Usman. (*)

Tombol Google News

Tags:

BPBD Kendal EWS Plantungan Kendal