KETIK, PROBOLINGGO – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar kegiatan Bakti Sosial Kesehatan pada Rabu (14/01/2026). Bertempat di Lantai 1 Graha Rektorat UNUJA, aksi kemanusiaan ini merupakan implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua belah pihak.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Haul Masyayikh dan Harlah ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Harlah Nahdlatul Ulama ke-103, sekaligus memperingati Hari Gizi Nasional.
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kolaborasi ini menghadirkan layanan pemeriksaan gratis yang komprehensif. Masyarakat dan santri mendapatkan akses langsung ke dokter spesialis dari berbagai bidang, mulai dari poli umum, gigi, kandungan, anak, THT, mata, hingga spesialis penyakit dalam, bedah, serta kulit dan kelamin.
Wakil Rektor II UNUJA sekaligus Direktur Klinik Az-Zainiyah, Dr. Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, A.P., S.Ag., M.MPub., M.Si., menegaskan bahwa agenda ini adalah wujud pengabdian berkelanjutan perguruan tinggi. "Ini adalah peran nyata kami dalam menerapkan keilmuan untuk manfaat masyarakat luas," ungkapnya.
Fokus pada Penurunan Stunting
Apresiasi besar datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.M.Kes. Ia menyebut sinergi dengan institusi pendidikan seperti UNUJA sangat membantu pemerintah, khususnya dalam program percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan akses kesehatan di wilayah Probolinggo.
Sekretaris Pesantren, H. Thohirudin, menambahkan bahwa bakti sosial ini merupakan agenda pendukung (side event) yang sangat penting dalam momentum Harlah ke-77 pesantren.
“Ini merupakan bentuk kepedulian Pesantren Nurul Jadid pada masyarakat. Kita tahu bahwa salah satu fungsi pesantren adalah meningkatkan layanan sosial dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UNUJA dan Pemkab Probolinggo berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat terus berlanjut guna menciptakan dampak positif bagi pembangunan kesehatan masyarakat secara jangka panjang khususnya masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (*)
