KETIK, JEMBER – Ledakan yang terjadi di Masjid Raya Pesona, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, dipastikan tidak berasal dari bahan peledak. Kepastian ini disampaikan Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra berdasarkan hasil penyelidikan sementara tim gabungan.
“Dari hasil analisa tim, tidak ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh panas berlebih dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 27 Maret 2026.
Ledakan tersebut terjadi pada Senin malam, 16 Maret 2026 lalu, saat sedang berlangsung salat tarawih di masjid tersebut. Kasus tersebut sempat menjadi atensi khusus dari Polda Jatim. Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce ikut turun langsung dalam penyelidikan pada hari pertama.
Polisi mengerahkan tim gabungan untuk mengusut insiden tersebut. Tim tersebut terdiri dari Unit Identifikasi, Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim, Tim Jibom Gegana Korbrimob Polri, Satbrimob Polda Jatim, hingga Satreskrim Polres Jember.
Dari hasil penyelidikan awal, petugas menemukan sejumlah zat kimia di dalam lemari besi di lokasi kejadian. Zat tersebut di antaranya Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin).
Bobby menjelaskan, kedua senyawa tersebut diduga mengalami peningkatan suhu yang memicu reaksi kimia hingga akhirnya menimbulkan ledakan.
Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti secara ilmiah. Proses investigasi dilakukan secara menyeluruh guna menghindari kesimpulan prematur.
Penyelidikan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto yang memerintahkan pengusutan menyeluruh terhadap peristiwa tersebut.
Dengan adanya penjelasan resmi ini, kepolisian memastikan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan aksi terorisme. Masyarakat pun diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
