Hari Pertama Kerja, Kalaksa BPBD Jatim Tinjau Banjir dan Bagikan Bantuan di Pasuruan

25 Maret 2026 19:58 25 Mar 2026 19:58

Thumbnail Hari Pertama Kerja, Kalaksa BPBD Jatim Tinjau Banjir dan Bagikan Bantuan di Pasuruan

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto (ketiga kiri) saat meninjau banjir di Desa Kedungringin, Kabupaten Pasuruan pada Rabu, 25 Maret 2026. (Foto: Humas BPBD Jatim)

KETIK, SURABAYA – Hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Rabu, 25 Maret, 2026 dimanfaatkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, dengan langsung meninjau lokasi banjir di Kabupaten Pasuruan.

Titik yang dikunjungi berada di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons atas banjir yang terjadi akibat hujan berintensitas tinggi pada Selasa, 24 Maret, 2026. Hal itu menyebabkan Sungai Wrati meluap dan merendam permukiman warga.

Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Jatim turut didampingi Wakil Bupati Pasuruan HM. Shobih Asrori, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Camat Beji Abdurachim Efendhy, Forkopimcam setempat serta Kepala Desa Kedungringin Rizki Wahyuni.

Untuk mencapai lokasi terdampak di Dusun Balongrejo, rombongan harus menggunakan perahu milik warga dan melintasi area persawahan yang terendam banjir. Jalur perahu tersebut kini menjadi akses utama warga untuk beraktivitas keluar masuk dusun.

"Dibanding banjir-banjir sebelumnya, banjir ini memang yang paling besar," ujar Kades Kedungringin didampingi Kasun setempat, Wagiyono.

Kalaksa BPBD Jatim bersama Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan dan rombongan pun meninjau lokasi banjir dan membagikan bantuan kepada warga yang terdampak, seperti, nasi bungkus dan makanan siap saji.

Kepada warga terdampak, Wabup Pasuruan bersama Kalaksa BPBD Jatim juga mengimbau agar segera mematikan aliran listrik di rumah yang terendam banjir guna mencegah risiko korsleting serta sengatan listrik.

Setelah melakukan peninjauan, Wabup Pasuruan HM. Shobih Asrori menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak dari cuaca ekstrem disertai hujan dengan intensitas tinggi.

"Peninjauan yang kami lakukan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah, baik dari provinsi maupun Kabupaten Pasuruan, untuk setidaknya bisa meringankan beban warga terdampak," terangnya.

Ia juga berharap adanya kajian teknis untuk mengetahui secara pasti penyebab banjir di wilayah Beji, mengingat kejadian serupa terus berulang setiap tahun di lokasi tersebut.

"Dan kali ini, banjir yang terjadi saat ini menjadi yang terbesar dibanding banjir-banjir sebelumnya," tegasnya.

Sebagai upaya penanganan, pemerintah telah mendirikan shelter dapur umum di tiga lokasi, yakni Kecamatan Rejoso, Winongan, dan Bangil.

Selain itu, banjir juga dilaporkan melanda sejumlah kecamatan lain, seperti Beji, Grati, Gondangwetan, Gempol, dan Kecamatan Pohjentrek.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengungkapkan bahwa selama masa Lebaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengantisipasi potensi cuaca ekstrem melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari dengan total 22 sortie, sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Namun, keterbatasan jumlah sortie membuat tidak semua wilayah mampu tertangani, termasuk hujan yang terjadi di Pasuruan.

"Semoga hari ini potensi hujan di Pasuruan bisa tertangani, agar banjir yang terjadi disini bisa segera surut. Karena penyebab hujan di Pasuruan ini akibat intensitas hujan yang tinggi," terangnya. 

Selain melakukan peninjauan, Tim BPBD Jawa Timur juga bergerak cepat dalam penanganan banjir di Pasuruan dengan menyalurkan berbagai dukungan logistik.

Bantuan tersebut antara lain 3.600 paket biskuit minimanis, 3.600 paket biskuit klepon, 2.565 paket biskuit marie, 900 paket biskuit malkist, 100 paket kidsware, 360 kaleng makanan tambahan gizi, 360 kaleng tambahan gizi kacang hijau, 50 paket perlengkapan makan, serta masing-masing 240 kaleng makanan siap saji berupa nasi opor, nasi kare, dan nasi goreng.

Untuk mempercepat penanganan, Tim BPBD Jawa Timur juga mengerahkan perahu karet, tenda pengungsian serta personel guna membantu proses evakuasi warga terdampak. (*)

Tombol Google News

Tags:

banjir banjir besar Pasuruan Bencana Jawa timur BPBD Jatim bpbd Gatot Soebroto beji