KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan khusus kepada para kepala sekolah untuk mengantisipasi terjadinya tindakan bullying atau perundungan di dunia pendidikan, khususnya di lingkungan setempat.
"Kepala sekolah harus sering berinteraksi dengan murid dan memastikan kondisi psikologis mereka terjaga sehingga bisa menghindari bullying," ujarnya usai melantik 128 kepala sekolah di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurut orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut, penguatan karakter harus menjadi perhatian utama, khususnya di lingkungan sekolah masing-masing.
Selain itu, berbagai persoalan seperti perundungan, konflik antarsiswa hingga potensi kekerasan harus dicegah sejak dini melalui pembangunan harmoni di lingkungan pendidikan, karena kasus di perguruan tinggi dapat berawal dari jenjang sebelumnya.
Kepala sekolah, kata dia, memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan dan penguatan karakter peserta didik sejak dini.
Gubernur Khofifah juga meminta kepala sekolah membangun sinergi di tengah keterbatasan anggaran, mengingat alokasi pendidikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tidak lebih dari 20 persen sehingga program tetap berjalan efektif dan berdampak.
“Capaian tidak boleh berkurang, tetapi program harus lebih maksimal melalui sinergi yang baik,” ucap Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU tersebut.
Ia juga menyebut kualitas pendidikan Jawa Timur berada di atas rata-rata provinsi lain sehingga kepala sekolah diminta menjaga dan meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik yang telah diraih.
Sebanyak 128 kepala sekolah diambil sumpahnya saat mengikuti pelantikan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu, 25 Maret 2026. (Foto: Humas Disdik Jatim)
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan jumlah kepala sekolah yang dilantik kali ini sebanyak 128 orang dari berbagai jenjang timgkat menengah atas dan sederajat.
Dari 128 kepala sekolah tersebut, sebanyak 56 orang merupakan promosi dari guru, terdiri atas 23 guru lulusan bakal calon kepala sekolah serta 33 kepala sekolah dari jalur nonreguler melalui program guru penggerak, sedangkan sisanya merupakan hasil mutasi.
Masa jabatan kepala sekolah berlangsung selama empat tahun, dengan jalur reguler dapat menjabat hingga dua periode, sedangkan jalur nonreguler hanya satu periode.
Aries Agung menambahkan, evaluasi dilakukan melalui mekanisme penghargaan dan sanksi, dengan indikator penilaian meliputi integritas, inovasi dan kebersihan lingkungan sekolah.
Sementara itu, pada kesempatan sama kuga dilakukan pencanangan zona integritas melalui penandatanganan pakta integritas bebas korupsi, kolusi dan nepotisme guna memastikan tata kelola sekolah transparan dan akuntabel. (*)
