Ramadan 1447 H, Ini Hikmah dan Pesan dari Gubernur Khofifah untuk Umat Muslim Jawa Timur

16 Februari 2026 21:04 16 Feb 2026 21:04

Thumbnail Ramadan 1447 H, Ini Hikmah dan Pesan dari Gubernur Khofifah untuk Umat Muslim Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri gelaran tradisi Megengan yang diadakan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu, 15 Februari 2026. (Foto:Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri gelaran tradisi Megengan yang diawali dengan istighosta, dzikir dan sholawat tahun ini bertema “Healing Ramadhan: Tenang Jiwa, Kuat Raga 1447 Hijriah” di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu, 15 Februari 2026, sebagai rangkaian menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan.

Kegiatan dikemas secara menarik dan penuh keceriaan dengan melibatkan jemaah shalawat Al Yasmin, ratusan santri dari TK, RA, dan TPQ, generasi muda (Gen-Z), para ustadz dan ustadzah serta wali santri. Konsep tersebut dihadirkan untuk menumbuhkan kegembiraan dan semangat spiritual anak-anak dan generasi muda dalam menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Megengan bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi warisan budaya religius yang sarat makna sekaligus momentum membersihkan hati menjelang bulan penuh berkah.

"Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bisa berkumpul dalam tradisi megengan menyambut bulan suci ramadan, mari saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kepedulian sosial," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tradisi Megengan menjadi penanda bahwa masyarakat Jawa Timur menyambut Ramadan tidak hanya dengan kesiapan lahir, tetapi juga kesiapan batin.

Menurutnya, Ramadan adalah bulan penyucian jiwa yang harus disambut dengan hati yang bersih dan penuh kegembiraan.

"Lewat megengan yang diawali dengan istighostah, dzikir dan sholawat, kita diingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa, untuk menyambutnya hati harus gembira, bahagia dan bersih," terangnya.

Oleh sebab itu, menjelang Ramadan, ia mengajak seluruh masyarakat untuk membersihkan hati dari prasangka negatif, menjaga ucapan agar tidak melukai, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Semangat saling memaafkan dan tidak menyakiti menjadi kunci utama dalam menciptakan keharmonisan sosial.

“Inilah yang membuat masyarakat Jawa Timur dikenal religius, guyub, rukun dan saling menguatkan,” ujarnya.

Dalam menyambut Ramadan 1447 H, Khofifah Indar Parawansa juga mengajak seluruh elemen masyarakat memastikan tidak ada saudara yang kesulitan menyambut bulan suci karena keterbatasan ekonomi. Ia mendorong semangat berbagi serta memperluas kesalehan sosial.

“Kita perlu saling menguatkan melalui berbagi, saling membantu dan memperluas kesalehan sosial,” ajak Khofifah.

Menurutnya, Ramadhan menjadi momentum pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri melalui disiplin, kejujuran, kerja keras, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Jawa Timur yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan akhlak.

“Pembangunan yang dilakukan bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan peradaban,” tuturnya.

Khofifah berharap kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong terus terjaga sehingga harmoni sosial tetap kokoh di tengah dinamika zaman.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Di Ramadhan ini mari kita bangun kekuatan ketenangan jiwa kita supaya kita bisa menguatkan kesalehan sosial," ucap Khofifah.

Dalam rangkaian kegiatan acara tersebut, Khofifah Indar Parawansa turut menandatangani prasasti peresmian fasilitas green toilet VIP ramah difabel serta revitalisasi jalan di sisi timur dan utara Masjid Nasional Al Akbar Surabaya sebagai bagian dari peningkatan sarana dan prasarana kawasan masjid.

“Peresmian ini merupakan langkah menghadirkan ruang ibadah yang lebih inklusif, bersih, dan nyaman, khususnya menjelang Bulan Ramadhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas yang ramah difabel diharapkan dapat memudahkan seluruh jemaah, terutama penyandang disabilitas, sehingga dapat beribadah dengan aman dan bermartabat.

Selain itu, Khofifah menambahkan, revitalisasi jalan di kawasan masjid diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas jemaah sekaligus memperkuat peran Masjid Al Akbar Surabaya sebagai pusat kegiatan keagamaan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim Megengan Nasional Al Akbar Surabaya Ramadan 1447 H