KETIK, SIDOARJO – Bupati Subandi mendapat doa istimewa dari pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sidoarjo. Baik jajaran MWC NU maupun PC NU Sidoarjo. Para kiai mendoakannya agar kembali memimpin PKB Sidoarjo. Kepemimpinan Bupati Subandi dalam pemerintahan maupun politik dinilai memberikan manfaat luas untuk masyarakat dan maslahat bagi umat.
Doa sekaligus permintaan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama di kediaman pribadi Bupati Subandi pada Kamis sore (19 Maret 2026). Jajaran pimpinan NU Sidoarjo hadir. Suasana silaturahmi begitu hangat.
Ketua-ketua Musyawarah Wakil Cabang (MWC) NU maupun Pengurus Cabang NU (PC NU) berdoa bersama untuk keselamatan Kabupaten Sidoarjo. Para kiai juga satu tekad. Memberikan dukungan moral kepada Bupati Subandi untuk memimpin kembali DPC PKB Sidoarjo.
Doa bersama dipimpin oleh KH Abdul Aziz. Hadir pula Wakil Rais Syuriah PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf Sholeh dan Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin. Termasuk, seluruh atau 18 pimpinan MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo.
Ketua Forum Silaturahmi (Forsil) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Se-Sidoarjo H Sugiono ikut menyampaikan doa dan harapan agar Bupati Subandi diberi kelancaran oleh Allah SWT dalam memimpin Sidoarjo.
Suasana doa bersama yang dipimpin oleh KH Abdul Aziz dengan dihadiri jajaran MWC NU dan PCNU Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
Pimpinan NU di Sidoarjo mendoakan secara khusus Bupati Subandi sebagai pemimpin Sidoarjo secara menyeluruh. Apa yang diinginkan dan dicita-citakan mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah SWT. Baik dalam urusan pemerintahan maupun politik.
”Semuanya semoga mendapat jalan kesuksesan dan keberkahan,” ungkap Abah Sugik, sapaan Ketua Forsil MWC NU Se-Sidoarjo H Sugiono.
Mewakili MWC-MWCNU, Abah Sugik secara spesifik juga menyatakan harapan agar Bupati Subandi dapat kembali menakhodai DPC PKB Sidoarjo. Kehadiran Bupati Subandi sebagai pemimpin pemerintahan di eksekutif maupun pemimpin politik diyakini membawa manfaat luas bagi masyarakat dan umat.
”Harapan kami beliau amanah. Bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” tambah Abah Sugik.
Bupati Subandi Dekat Para Kiai
Di kalangan pimpinan organisasi NU, sosok Bupati Subandi dinilai terbukti memiliki komitmen kuat. Memuliakan para ulama dan kiai, memperhatikan kepentingan masyarakat luas, serta menjaga marwah organisasi. Komunikasi dengan para ulama NU, baik kultural maupun struktural, sangat harmonis dan sinergis.
”Khidmat beliau kepada Nahdlatul Ulama senantiasa dijunjung dan dikedepankan. Beliau terus menjalin komunikasi dengan struktural NU maupun banom (badan otonom) NU,” ungkap Abah Sugik.
Ketua MWCNU Prambon H Ashud menilai Bupati Subandi memiliki kapasitas dan pengaruh yang signifikan serta potensi besar untuk memimpin DPC PKB Sidoarjo. Partai yang lahir dan dibidani oleh para ulama itu akan kuat dan besar di tingkat kabupaten.
”PKB (Sidoarjo) itu harus dicarikan orang yang punya power dan potensial. Selama ini, tampaknya, hanya Abah Subandi (Bupati Subandi) yang layak untuk memegang PKB Sidoarjo,” ujarnya.
Ketua MWCNU Wonoayu H Anas Dimyati mengatakan, hubungan antara PKB dan NU di Sidoarjo saat ini dalam kondisi yang sangat baik. Keduanya saling mendukung dan membutuhkan untuk membangun Kabupaten Sidoarjo. PKB Sidoarjo harus dekat dengan pemimpin pemerintahan.
”Pak Subandi sudah mencontoh teladan dari pusat (Ketua Umum PKB Dr Abdul Muhaimin Iskandar), yaitu merapat ke pemerintahan,” ujarnya.
Bupati Subandi Figur yang Mengayomi
H Anas juga berpendapat. Selama menjabat ketua Tanfidz DPC PKB Sidoarjo (2021 sampai 2024), Bupati Subandi mampu dan berhasil mengayomi jajaran pengurus NU hingga tingkat kecamatan.
”Alhamdulillah. Waktu DPC PKB Sidoarjo diketuai Pak Subandi, kami di tingkat MWC merasa dipikirkan dan diayomi. Ini membuat hubungan NU dan PKB semakin lengket,” tambahnya.
Berdasar bukti-bukti dan pengalaman tersebut, 18 ketua MWCNU Se-Kabupaten Sidoarjo sampai pada satu kesepahaman. Bahwa kepemimpinan Bupati Subandi bisa berlanjut dan memberikan manfaat luas bagi umat dan masyarakat.
”Untuk memastikan program-program yang prorakyat dan pro-Nahdliyin tetap berjalan maksimal,” tegasnya. (*)
