KETIK, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memastikan bahwa program RT Berkelas akan terus berlanjut. Bahkan, RT yang memiliki perencanaan terbaik dan matang memiliki peluang untuk mendapatkan insentif.
Pemberian insentif dilakukan agar masing-masing RT tidak asal-asalan dalam membuat usulan pada program RT Berkelas. Untuk itu, setiap RT dituntut agar dapat membuat suatu perencanaan yang terarah dan sesuai dengan persoalan di wilayahnya.
"RT yang membuat satu perencanaan yang baik, pemanfaatannya, pengendaliannya juga baik, nanti akan kita kasih insentif untuk ada penambahan dari RT mereka. Supaya mereka tidak sekadar menganggarkan," ujar Wahyu, Senin, 30 Maret 2026.
Rencana tersebut dilakukan sebagai bahan evaluasi. Pasalnya, pada pelaksanaan program RT Berkelas di tahun 2026 ini, Pemkot Malang mendapatkan sorotan perihal usulan masyarakat yang mayoritas untuk pengadaan kursi, meja, dan lainnya.
"Supaya mereka betul-betul mengajukan sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat, tidak asal Rp50 juta pokoknya dianggarkan, tidak," tegas Wahyu.
Wahyu menjelaskan rencana tersebut akan dilaksanakan mulai tahun depan. Ia juga menegaskan bahwa terdapat target dari realisasi program RT Berkelas selama lima tahun kepemimpinannya bersama Ali Muthohirin.
"Kita punya target lima tahun dari program Rp50 juta per RT. Jadi jangan asal-asalan. Kita ada award kepada mereka, RT yang memang baik membuat perencanaannya, pemanfaatan, dan pengendalian," ucapnya.
Dengan menerapkan target, ia berharap program RT Berkelas dapat menjadi jawaban atas permasalahan masyarakat di lingkup terkecil.
"Ini mudah-mudahan dengan adanya target, ingin bermanfaat bagi RT tersebut yang selama ini tidak bisa difasilitasi oleh Musrenbang ataupun dari pokir," tutupnya.
