KETIK, BLITAR – Pagi itu, lalu lintas di depan Pos Pelayanan Kanigoro Blitar tampak seperti biasa ramai, berdenyut, dan sedikit tergesa menuju siang hari. Namun, di antara deru kendaraan dan cahaya mentari yang mulai menyengat, ada pemandangan berbeda: tangan-tangan berseragam yang tak hanya mengatur arus, tetapi juga berbagi.
Polres Blitar bersama Bhayangkari turun langsung ke jalan, membagikan takjil kepada para pengguna jalan dalam kegiatan “Ramadan Berkah”, Jumat, 20 Maret 2026. Aksi sosial ini menjadi oase kecil bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat azan Salat Jumat hampir berkumandang.
Kapolres Blitar, AKBP Rivanda, S.I.K., hadir didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Blitar serta jajaran pejabat utama. Ia menyebut kegiatan berbagi ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bentuk kepedulian yang ingin terus dijaga.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami tidak hanya hadir dalam tugas pengamanan, tetapi juga ingin berbagi dan mempererat hubungan sosial,” ujarnya.
Takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintas di sekitar lokasi. Wajah-wajah lelah yang sebelumnya dipenuhi hiruk-pikuk perjalanan perlahan berubah menjadi lebih teduh, bahkan sesekali diselingi senyum dan ucapan terima kasih.
Dalam suasana Ramadan yang identik dengan kehangatan dan kepedulian, kegiatan ini menjadi simbol sederhana bahwa kebaikan bisa hadir dari mana saja bahkan dari tepi jalan yang biasanya hanya dilalui tanpa makna.
AKBP Rivanda menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen Polri untuk hadir secara humanis di tengah masyarakat.
“Harapan kami sederhana, semoga apa yang kami lakukan bisa sedikit membantu, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” imbuhnya.
Sejumlah warga yang menerima takjil mengaku terbantu, terutama bagi mereka yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka. Bagi sebagian lainnya, perhatian kecil ini terasa lebih dari sekadar makanan ia menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian di jalanan.
Secara normatif, kegiatan sosial seperti ini juga sejalan dengan semangat pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada masyarakat. Di bulan suci Ramadan, nilai-nilai kepedulian, empati, dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial.
Melalui kegiatan “Jumat Berkah” ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Blitar.
Di tengah siang, sebelum azan salat Jumat mulai berkumandang, takjil-takjil itu mungkin telah habis dibagikan. Namun maknanya, diam-diam menetap di hati mereka yang memberi, dan mereka yang menerima. (*)
