KETIK, MALANG – Ratusan umat Hindu dari berbagai wilayah di Malang Raya menghadiri Upacara Ngembak Geni yang berlangsung khidmat di kawasan Candi Badut, Jumat, 20 Maret 2026.
Ritual yang digelar sehari pascaperayaan Hari Raya Nyepi ini menjadi momentum bagi umat untuk bersilaturahmi, memanjatkan doa bersama, serta memperkuat nilai harmoni setelah menjalani Catur Brata Penyepian.
Suasana sakral langsung terasa begitu memasuki kawasan candi. Dengan mengenakan busana adat yang anggun, para umat mengikuti rangkaian persembahyangan dengan penuh kekhusyukan.
Ratusan umat Hindu Malang Raya menghadiri upacara Ngembak Geni di Candi Badut pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Hadir dalam upacara tersebut, Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, I Made Wartana. Ia menyampaikan rasa syukurnya melihat antusiasme umat yang hadir hingga melebihi kapasitas tempat.
"Umat Malang Raya bisa hadir melebihi kapasitas yang seharusnya, ini menjadi hal yang patut disyukuri sebagai bentuk tingginya rasa kepatuhan pada umat Hindu Malang Raya," ucapnya.
Meskipun sebelumnya umat diwajibkan melaksanakan ritual serupa di pura masing-masing, semangat untuk bersembahyang bersama di Candi Badut tetap tinggi.
"Umat sebelum datang harus melaksanakan Ngembak Geni di pura masing-masing dulu dan kemudian hadir di Candi Badut, jadi saya salut karena masih bisa sempat untuk datang," ujarnya.
"Meski secara jumlah tidak sebanyak saudara-saudara kita, tapi kita tetap bisa berkumpul semua di acara ini," tambah Made.
Upacara Ngembak Geni dihadir oleh seluruh umat Hindu Malang Raya di Candi Badut. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Pemilihan Candi Badut sebagai lokasi upacara bukan tanpa alasan. Made menegaskan bahwa candi ini merupakan bukti bakti leluhur kepada Dewa Siwa, sehingga kesuciannya wajib dijaga oleh generasi sekarang.
"Candi ini dibangun dipersembahkan dari umat Hindu untuk umat Hindu untuk menunjukkan baktinya kepada Dewa Siwa," ungkapnya.
Ia juga menekankan tanggung jawab spiritual seluruh umat Hindu di Malang Raya terhadap situs bersejarah ini.
"Oleh karena itu, ini adalah peninggalan suci agama Hindu maka secara spiritual itu kewajiban kita umat Hindu Malang Raya untuk menjaga kesuciannya," imbuhnya.
Melalui momentum ini, ia berharap persatuan umat Hindu di wilayah Kota maupun Kabupaten Malang semakin solid.
"Mudah-mudahan candi ini bisa menyatukan umat Hindu di Malang Raya dan Kabupaten Malang," tutur I Made Wartana penuh harapan.(*)
