KETIK, MALANG – Warung Sate Gebug 1920 dikenal sebagai kuliner legendaris di Malang yang selalu menjadi magnet wisatawan saat berkunjung ke kota pendidikan ini.
Kuliner legendaris memang selalu menjadi incaran para pendatang. Berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat 113 A Kota Malang, warung sate gebug ini telah berdiri sejak tahun 1920.
Meski tampil dengan ukuran sederhana dan tak begitu megah, bangunan warung ini ternyata merupakan peninggalan era Belanda. Tak hanya menyajikan cita rasa legendaris, tempat ini juga menghadirkan suasana kuno khas bangunan lama.
Dulunya, Warung Sate Gebug ini hanya memiliki luas 3x3 meter. Seiring berjalannya waktu, warung ini telah dilengkapi dengan serambi untuk kenyamanan pengunjung.
Selain itu, bangunan Warung Sate Gebug ini juga telah menjadi cagar budaya sehingga pemilik tidak diperbolehkan untuk merubah bentuk dari bentuk awalnya.
Sate gebug merupakan olahan daging sapi bagian lulur dalam yang digebuk hingga empuk, lalu dibumbui kecap dan racikan rempah sebelum dibakar di atas bara arang.
Hasilnya, daging sapi bakar terasa lembut dengan cita rasa manis yang khas. Tak heran, banyak pengunjung ketagihan dan selalu menyempatkan diri kembali saat berada di Kota Malang.
Selain sate gebug, tersedia pula menu lain seperti sop, soto, dan rawon yang seluruhnya berbahan dasar daging sapi.
Warung Sate Gebug 1920 kini dikelola generasi ketiga. Meski sudah turun-temurun, soal rasa tetap terjaga karena selalu menggunakan bahan berkualitas sehingga menghadirkan cita rasa otentik yang digemari banyak orang.
Untuk satu porsi sate gebug dengan lemak dibanderol Rp25 ribu, sedangkan tanpa lemak Rp30 ribu. Sementara itu, sop, soto, dan rawon dijual seharga Rp15 ribu per porsi.
Dalam sehari, Warung Sate Gebug bisa menghabiskan 20 hingga 40 kilogram daging. Setiap harinya, Warung Sate Gebug buka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, kecuali pada hari Jumat dan hari besar Islam lainnya warung ini tutup.
Bagi para pecinta kuliner, Warung Sate Gebug 1920 bisa menjadi pilihan makanan legendaris yang wajib dikunjungi ketika berada di Kota Malang.(*)
