Expo SMK Hebat Jatim Dinilai Strategis, Kepala BKSDN Tekankan Keberlanjutan Inovasi

13 Februari 2026 12:24 13 Feb 2026 12:24

Thumbnail Expo SMK Hebat Jatim Dinilai Strategis, Kepala BKSDN Tekankan Keberlanjutan Inovasi

Kepala BKSDN Kemendikdasmen Yusharto Huntoyungo (keempat kanan) berfoto bersama Sekdaprov dan Kadisdik Jatim beserta penerima sertifikat hak cipta inovasi pendidikan di Grand City Convention Hall Surabaya, Kamis, 12 Februari 2026. (Foto: Humas Disdik Jatim)

KETIK, SURABAYA – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yusharto Huntoyungo, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Expo & Expose SMK Hebat Jawa Timur 2026 yang dinilainya tidak hanya bersifat seremoni, melainkan berperan strategis dalam menumbuhkan serta menjaga ekosistem pendidikan vokasi.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur atas konsistensinya menghadirkan terobosan dan inovasi di bidang pendidikan.

Yusharto memaparkan bahwa capaian inovasi daerah tahun 2025 menjadi yang tertinggi sejak pelaporan inovasi dimulai pada 2007.

Secara nasional, jumlah inovasi meningkat sekitar 15 persen dengan lonjakan signifikan pada partisipasi pemerintah daerah. Tercatat 513 pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota telah berkontribusi dalam pelaporan inovasi daerah.

Berdasarkan data BSKDN, sektor pendidikan menempati posisi kedua sebagai penyumbang inovasi terbanyak secara nasional setelah kesehatan, dengan total 5.999 laporan atau sekitar 16 persen dari keseluruhan inovasi daerah. Inovasi tersebut berasal dari 789 pemerintah provinsi, 3.410 pemerintah kabupaten, dan 1.710 pemerintah kota.

Dari total tersebut, Jawa Timur mencatatkan capaian tertinggi nasional dengan 1.723 inovasi pendidikan atau sekitar 29 persen dari total inovasi pendidikan di Indonesia.

Khusus inovasi pendidikan yang tercatat, terdapat 348 inovasi yang terdiri atas 11 inovasi digital dan selebihnya non-digital.

“Inovasi ini mencakup beragam bidang, mulai dari teknologi manufaktur dan rekayasa, agribisnis dan agroteknologi, teknologi informasi, hingga ekonomi kreatif. Hal ini menunjukkan SMK di Jawa Timur telah mengalami peningkatan kualitas yang signifikan,” ujar Yusharto, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menekankan tiga fokus strategis yang perlu terus diperkuat.

Pertama, inovasi pendidikan harus menjawab persoalan akses dan memperkokoh proses pembelajaran hingga ke level paling dasar. Kedua, inovasi yang telah meraih penghargaan perlu dipatenkan dan direplikasi agar manfaatnya meluas secara inklusif.

Ketiga, inovasi unggulan harus dijalankan secara berkelanjutan.

Yusharto juga menilai pemberian sertifikat hak cipta inovasi pendidikan sebagai langkah maju yang patut dipertahankan. Menurutnya, prestasi Jawa Timur dalam inovasi pendidikan harus terus dijaga karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang.

Selain itu, ia menyampaikan tiga catatan penting bagi pengembangan inovasi di SMA dan SMK. Pertama, inovasi perlu disebarluaskan agar tidak terpusat di sekolah tertentu. Kedua, replikasi inovasi harus dilakukan lintas wilayah sesuai kebutuhan kompetensi daerah. Ketiga, inovasi perlu terus dimatangkan hingga mencapai tingkat kematangan tertinggi.

“Pada sektor pendidikan, indeks kematangan inovasi telah mencapai skor sekitar 102 dari maksimal 111. Artinya, tinggal selangkah lagi menuju kategori kematangan sempurna yang akan berdampak signifikan terhadap penilaian Innovative Government Award,” jelasnya.

Menurut Yusharto, Expo & Expose SMK Hebat Jatim menjadi wahana strategis dalam membudayakan inovasi, khususnya di kalangan pemangku kepentingan dan peserta didik.

Keterlibatan siswa dalam proses inovasi dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus mendorong partisipasi langsung dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari proses inkubasi. Lembaga pendidikan akan bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Expo & Expose SMK Hebat SMK Jawa timur Yusharto Huntoyungo