Pengamat Apresiasi Kebijakan Bike To Work ASN Pemkot Malang: Jadi Contoh Nyata Kurangi Polusi

27 Maret 2026 15:45 27 Mar 2026 15:45

Thumbnail Pengamat Apresiasi Kebijakan Bike To Work ASN Pemkot Malang: Jadi Contoh Nyata Kurangi Polusi

Pemilik bengkel sepeda Kopi Bike, Achmad Mukhlis saat sedang memperbaiki sepeda milik kustomernya,  Jumat, 27 Maret 2026. (Foto: Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengeluarkan kebijakan bersepeda ke kantor atau bike to work setiap hari Jumat untuk jajaran ASN. Diketahui, kebijakan ini diterapkan selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan, juga sebagai upaya penghematan BBM yang digaungkan oleh pemerintah pusat.

Kebijakan bike to work itu pun mendapat apresiasi positif dari pengamat. Salah satunya dari Achmad Mukhlis, yang telah bergelut di dunia gowes sejak tahun 2020 dan juga pemilik bengkel sepeda bernama Kopi Bike yang terletak di Jalan Silikat, Kecamatan Blimbing.

"Menurut saya, aturan atau kebijakan bike to work tiap Jumat bagi ASN Pemkot Malang merupakan langkah awal yang sangat bagus. Mengingat, kondisi Kota Malang ini sudah sangat padat dengan kendaraan bermotor dan aktivitas bersepeda ini juga bagus untuk kesehatan," jelasnya kepada Ketik.com, Jumat, 27 Maret 2026.

Dirinya menilai, kebijakan ini dapat menjadi contoh yang bagus dan baik kepada masyarakat. Lagipula, tren bersepeda ke kantor ini juga sudah diterapkan oleh beberapa negara maju seperti Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya.

"Secara tidak langsung, ini dapat menarik perhatian masyarakat yang melihatnya langsung dan dapat ditiru. Kalau bisa, penerapannya tidak hanya saat Jumat saja melainkan juga di hari-hari lainnya," terangnya. 

Dirinya mengaku, meski kini banyak sepeda listrik atau sepeda motor listrik yang membanjiri jalanan, namun tren bersepeda tetap masih diminati dan memiliki pasarnya sendiri. 

"Memang tidak segencar waktu pandemi Covid, tetapi tren bersepeda ini punya pangsa pasar tersendiri yang fanatik. Ada atau tidaknya sepeda motor listrik dan sepeda listrik, dampaknya tidak begitu signifikan karena bersepeda punya segmen tersendiri," bebernya.

Pria yang akrab disapa Achmad ini juga memprediksi, genre sepeda di tahun 2026 ini masih didominasi oleh sepeda gunung, road bike hingga gravel. Sedangkan sisanya adalah genre kustom yang utamanya diubah dengan model commuter bike.

Sebagai informasi, commuter bike merupakan model sepeda yang memiliki frame 26 inch dan dipasangi keranjang. Biasanya, sepeda ini dikustom sedemikan rupa agar nyaman dipakai untuk berkeliling di perkotaan.

"Di tahun ini, genrenya masih dipenuhi oleh sepeda gunung, road bike dan gravel. Tetapi ada yang membuat ide untuk mengkustom sepeda dengan dimensi roda yang lebih besar, tetapi ini sepertinya masih rumor," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bike to Work Kopi Bike Bersepeda Pemkot Malang ASN