Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar! Gubes Unisma Prof Mas’ud Said: Istiqomah Pasca Ramadan Jadi Kunci Kemuliaan

27 Maret 2026 16:35 27 Mar 2026 16:35

Thumbnail Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar! Gubes Unisma Prof Mas’ud Said: Istiqomah Pasca Ramadan Jadi Kunci Kemuliaan

Guru Besar Universitas Islam Malang Prof Mas'ud Said saat khutbah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Jumat, 27 Maret 2026. (Foto: Humas Masjid Al-Akbar Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Guru Besar Universitas Islam Malang, Prof Mas'ud Said, menyampaikan khutbah pada Jumat, 7 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS). Dalam khutbah tersebut, ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan sebagai bentuk kemuliaan tertinggi bagi seorang Muslim.

"Syahadat itu mudah, salat tepat waktu berjamaah itu mudah, namun melaksanakannya secara istiqomah itu yang perlu disiplin tinggi, perlu ketahanan dan perlu kekuatan," kata Wakil Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu dalam khutbahnya.

Dalam hadist riwayat Muslim, Abu Amr Sufyan bin Abdillah radhiyallahu anhu bertanya kepada Rasulullah SAW tentang sesuatu yang sangat vital, sangat penting bagi seseorang yang mencari intisari hidup.

"Yaa Rasulallah, beritahukan kepadaku satu perkataan dalam Islam, yang sangat penting. Aku tidak akan bertanya kepada siapapun kecuali kepada engkau. Jawab rasul 'Kul aamantu billah, tsummas takim' (Berimanlah engkau kepada Allah, lalu istiqomahlah di atas jalan itu)," katanya, mengutip hadits.

Prof Mas’ud Said meyakini bahwa ibadah selama bulan Ramadan telah dijalani umat Islam dengan sangat baik, mulai dari berpuasa dengan penuh kekhusyukan (iimanan wahtisaban), bersedekah, beramal saleh, mengisi malam dengan shalat tarawih dan qiyamul lail, hingga membaca Al-Qur’an dan menjaga diri dari perbuatan tercela.

"Tugas selanjutnya ialah menjaga kelangsungan kebaikan itu sekuat-kuatnya, kebaikan secara kontinyu, ibadah secara disiplin dan konsisten, ajeg, tidak angin-anginan, kebaikan yang istiqomah. Istiqomah adalah disiplin melaksanakan kebaikan secara terus menerus, sikap konsisten," katanya.

Ia menambahkan, para ulama menegaskan pentingnya istiqomah melalui ungkapan "Istiqomah Khoiru Min Alfi Karomah" (Istiqomah itu lebih hebat dari seribu karomah). Istiqomah bahkan disebut sebagai "akbarul karomah" atau kemuliaan terbesar.

"Sebaik-baiknya karomah/kemuliaan yang teratas adalah istiqomah itu sendiri. Ibnu Athoillah al Askandary juga mengatakan bahwa karomah itu ialah keistimewaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) kepada seseorang hamba, yang Allah kehendaki, baik karena tanpa syarat maupun dengan syarat," tuturnya.

Dalam konteks kehidupan modern, ia juga mengaitkan nilai istiqomah dengan kesuksesan di berbagai bidang. Menurutnya, riset menunjukkan bahwa individu yang konsisten dan ulet memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.

Dalam dunia ilmiah modern, keuletan dikenal sebagai tenacity, sementara dalam dunia keuangan disebut resilience. Di Jepang, nilai konsistensi ini dikenal dalam budaya Ganbaru. Sementara dalam filosofi Jawa terdapat ungkapan "Nandur ngunduh, tlaten panen" yang menekankan pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam meraih hasil.

"Kalau ajaran filsafat Jawa mengatakan 'Nandur ngunduh, tlaten panen' atau usaha yang sungguh-sungguh, telaten dan sabar, suatu saat akan menuai hasil yang dicita-citakan. Sing prihatin bakal memimpin. Siapa yang berani berjuang, berusaha keras, mengambil tanggung jawab, meskipun hidup prihatin dan mengalami kesengsaraan akan menjadi satria atau pemimpin," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan kisah para nabi, rasul, dan para wali sebagai teladan istiqomah, termasuk Abdul Qadir al-Jailani serta Muhammad yang menunjukkan konsistensi dalam kebaikan sepanjang hayat. Ia juga mengutip Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 102 sebagai penguat pesan tersebut.

"Pesan khutbah hari ini adalah ibadah jangan hanya dicari di mihrab atau tiang-tiang masjid hanya sekali, atau beberapa kali, lalu lenyap, tapi kita jaga shalat malam, sedekah, menjaga hati, di bulan yang akan datang sebagus tatkala kita beribadah di syahrul ibadah secara istiqomah," katanya. (*)

Tombol Google News

Tags:

istiqomah ramadan Khutbah Jumat Syawal Kemuliaan Majid Al-Akbar UNISMA