Cerita Pedagang Buku di Pasar Velodrome Kota Malang, Tetap Bertahan Meski Penjualan Kian Sepi

27 Maret 2026 14:50 27 Mar 2026 14:50

Thumbnail Cerita Pedagang Buku di Pasar Velodrome Kota Malang, Tetap Bertahan Meski Penjualan Kian Sepi

Salah seorang pedagang buku di Pasar Buku Velodrome Kota Malang, Munif saat ditemui oleh Ketik.com pada Jumat, 27 Maret 2026. (Foto : Kukuh / Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kondisi Pasar Buku Velodrome yang terletak di Jalan Simpang Terusan Danau Sentani, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang kian memprihatinkan. Para pedagang mengeluhkan lesunya penjualan, hingga beberapa di antaranya terpaksa gulung tikar. 

Salah satu pedagang, Munif, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kondisi ini jauh berbeda dibandingkan tempat sebelumnya yaitu Pasar Buku Jalan Sriwijaya yang berada di depan Stasiun Malang.

"Kalau dulu ramai dan banyak yang beli, karena letaknya di tengah kota. Sejak pindah mulai tahun 2008 kesini, ya kondisinya seperti ini dan penjualannya kian merosot drastis," jelasnya, Jumat, 27 Maret 2026. 

Dengan perkembangan digitalisasi yang kian pesat, ia mengaku konsumen kini lebih memilih memesan atau membeli buku secara online. Sehingga, berjualan secara fisik tatap muka semakin berkurang dan kian menambah sunyinya Pasar Buku Velodrome. 

"Sekarang, banyak pembeli ambil praktisnya langsung dengan membeli lewat toko online," tambahnya.

Dengan sepinya penjualan, ia mengaku banyak rekannya sesama pedagang buku sudah gulung tikar. Bahkan, beberapa di antaranya fokus lebih memilih berganti jualan sayur atau membuka warung kopi. 

"Kalau ditotal, jumlahnya ada sekitar 71 pedagang di Pasar Buku Velodrome ini. Namun, sebagian besar sudah pada tutup dan memilih berjualan tempe atau sayuran," ungkapnya. 

Dirinya pun mengenang, bahwa Pasar Buku Velodrome sebenarnya sempat ramai pada medio sekitar tahun 2010-an. Di tahun tersebut, banyak yang membeli dan bahkan sehari bisa sampai 5 orang sekaligus yang membeli buku.

"Namun, memasuki tahun 2021 hingga sekarang berangsur-angsur sepi. Enggak tahu sebabnya karena apa," tambahnya.

Meski banyak yang sudah gulung tikar, namun Munif mengaku masih tetap bertahan. Pasalnya, beberapa konsumen setianya terkadang masih datang untuk membeli buku.

"Beberapa mahasiswa masih banyak yang datang ke sini, baik untuk mencari novel ataupun buku motivasi diri. Mungkin karena harganya yang miring, karena novel atau buku non fiksi rata-rata saya jual dibawah Rp 50 ribu," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pasar Buku Velodrome Kota Malang Sepi Penjualan