Pengajian Isra Miraj di Pendopo Ngasho Sa Sirmu Desa Tugu Tulungagung Jadi Magnet Anak Muda

19 Januari 2026 10:05 19 Jan 2026 10:05

Thumbnail Pengajian Isra Miraj di Pendopo Ngasho Sa Sirmu Desa Tugu Tulungagung Jadi Magnet Anak Muda

Wabup Tulungagung H. Ahmad Baharudin, SM, MM saat tiba di Pendopo Ngasho Sa Sirmu di Desa Tugu Rejotangan. (Foto : Hariya/ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Siapa bilang pengajian cuma buat yang tua? Buktinya, pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di gelar di Pendopo Ngasho Sa Sirmu Desa Tugu, Rejotangan, Tulungagung, justru didominasi oleh kaum Milenial. 

Dengan konsep tata cahaya yang estetik dan penyampaian dakwah yang santai namun berisi dari Gus Naseh dan di penghujung oleh Ustadz Soim Alkasi, acara ini sukses bikin jemaah betah berjam-jam.

Pemandangan menarik terlihat saat anak-anak hingga lansia berjalan beriringan menuju pusat pengajian.  Kemeriahan ini membuktikan bahwa peringatan Isra Mikroj dan rutinan Selapanan tetap menjadi perekat sosial yang kuat di tengah gempuran modernitas.

Lantunan musik salawat, dengan lantunan rancak dari paduan alat musik beragam dengan didukung audio menggelegar dari group sholawat "Janur Aji". Ditambah lantunan suara dari Gus Amir dan vokalis lain memberikan pesan tentang self-love melalui jalur langit menjadi poin utama disukai anak muda yang hadir. 

Acara ini membuktikan bahwa nilai-nilai religi bisa dikemas secara relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan esensi aslinya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, SM., MM, Camat Rejotangan serta jajaran Forkopimcam, Kepala Desa Tugu Didik Purno Nugroho, Ustad Soim Alkasi, Ustadz Nasihudin (Gus Naseh) dan ratusan jamaah Ngasho sa sermu.

Dalam Sambutanya Wakil Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin mengucapakan terimakasih sudah diberikan kesempatan untuk bersilaturahim dihadapan warga masyarakat Desa Tugu Kecamatan Rejotangan 

Dengan pengajian ini diharapakan bisa membentuk karakter untuk membentuk akhlak serta peradaban yang lebih baik karena Allah SWT.

"Atas nama pemerintah Kabupaten Tulungagung kami berharap dukungan dan sinergitas warga masyarakat Desa Tugu untuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam membangun kabupaten Tulungagung ini," ucap Baharudin pada Minggu, 18 Januari 2026.

Masih menurutnya, pembangunan ini harus disambut antara pejabat dengan warga jadi kerjasama untuk menciptakan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan di Kabupaten Tulungagung, pembangunan tidak hanya pembangunan fisik tapi juga membangun mental.

"Peringatan isra Mikroj ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan. Momen ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk recharging atau memperbarui semangat keimanan kita," ucapnya.

Dalam kesempatan yang berkah ini Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo Nursamsu, A.P. Meneladani Akhlakul Karimah di tengah tantangan zaman semakin kompleks. Ia berpesan jadikan pribadi Rasulullah sebagai role model dalam berinteraksi. Baik dalam lingkungan keluarga, bertetangga, maupun dalam kehidupan berbangsa.

"Pengajian seperti ini adalah wujud nyata dari ukhuwah islamiyah. Saya berharap, kerukunan yang tercipta di majelis ini dapat terus terjaga untuk mendukung kondusivitas daerah kita tercinta," kata Didi Jarot.

Kepala Desa Tugu Didik Purno Nugroho, Meneladani Rasulullah juga berarti meneladani kegigihan beliau. 

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai agama," tutur Didik

"Pemerintah desa Tugu sangat mengapresiasi kegiatan keagamaan seperti ini. Kami percaya bahwa pembangunan sebuah daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan spiritual masyarakatnya. Jika spritualnya sehat, maka masyarakatnya akan aman, damai, dan sejahtera," tambah Mbah Tugu kepada awak media.

Dalam memberikan Tausiahnya, Gus Soim Alkasi mengatakan, Pintar itu penting, tapi benar itu jauh lebih utama. Banyak orang pintar tapi tidak jujur, banyak orang berilmu tapi tidak beradab. Rasulullah mengajarkan kita bagaimana menjadi pribadi yang :

1. Siddiq (Jujur).

Perkataan sesuai dengan perbuatan.

2. Amanah (Terpercaya).

Menjaga tanggung jawab, baik dalam keluarga maupun pekerjaan.

3. Fathonah (Cerdas).

Bijak dalam mengambil keputusan.

Tabligh (Menyampaikan): Menebar kebaikan meski hanya satu ayat.

3. Menebar Rahmat, Bukan Kebencian.

Ditegaskan Gus Soim, Nabi Muhammad adalah Rahmatan lil 'Alamin. "Beliau tidak pernah membalas cacian dengan cacian, atau lemparan batu dengan dendam. Saat beliau disakiti di Thaif, beliau justru mendoakan agar keturunan mereka mendapatkan hidayah," ucapnya.

"Di zaman sekarang yang penuh dengan fitnah dan adu domba mari kita tanya pada diri sendiri: "Apakah ketikan kita, lisan kita, dan sikap kita sudah mencerminkan rahmat yang dibawa Nabi?" Jika kita mengaku cinta Nabi, maka kita harus menjadi penyejuk di tengah panasnya suasana, bukan malah menjadi penyulut api permusuhan," sambungnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

#ngashosasermu #rutinanselapanan Tulungagung #ahmadbaharudin