Banjir Rendam Lahan Timun di Aceh Singkil, Petani Terancam Gagal Panen dan Rugi Besar

29 Maret 2026 09:38 29 Mar 2026 09:38

Thumbnail Banjir Rendam Lahan Timun di Aceh Singkil, Petani Terancam Gagal Panen dan Rugi Besar

Parna Tumangger, petani Suro menyaksikan tanaman timun miliknya terendam air bah akibat hujan semalam suntuk di Aceh Singkil, Sabtu malam, 28 Maret 2026. (Foto:Zaelani Bako/Ketik.com)

KETIK, ACEH SINGKIL – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sepanjang malam di Aceh Singkil mengakibatkan banjir yang merendam area pertanian warga di Desa Suro. Genangan air setinggi sekitar setengah meter tersebut menggenangi ribuan tanaman timun milik petani.

Petani setempat, Parna Tumangger, menyebut tanaman timun yang ia budidayakan sebenarnya sudah memasuki masa berbunga dan mulai menghasilkan buah. Namun, kondisi terendam air berisiko merusak akar tanaman dalam waktu dekat.

"Tanaman timun saya sudah mulai berbunga, dan satu-satu sudah ada buah timun kecil bergantung di batang. Akibat rendam air bah ini diperkirakan seminggu ke depan akar tercabut hingga berefek batang layu, dan berangsur mati," kata Parna, Minggu (29/3/2026).

Parna menjelaskan, banjir bukanlah kejadian baru di wilayahnya. Ia menyebutkan, genangan air kerap datang secara berkala dan merendam lahan pertanian warga.

"Hitungan saya setiap dua bulan air bah dipastikan merendam seluruh tanaman masyarakat, baik tumpang sari maupun sawit," ujarnya.

Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan tanaman terus berulang dan berdampak langsung pada kerugian ekonomi petani.

"Kami sebagai pekebun sangat khawatir akan situasi ini, jangankan untung, modal saja pun tidak kembali," keluhnya.

Parna menambahkan, biaya produksi yang sudah dikeluarkan sering kali tidak sebanding dengan hasil karena tanaman terlanjur rusak akibat banjir.

"Terkadang, biaya yang kita keluarkan untuk penyiapan lahan, pembelian bibit, pupuk, dan aneka kebutuhan lainnya sudah banyak, namun di tengah perjalanan banjir melanda hingga menyebabkan gagal panen," ujarnya. 
Menurut Parna, biaya produksi yang telah dikeluarkan petani kerap tidak sebanding dengan hasil panen akibat tanaman rusak diterjang banjir.

Ia pun berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui dinas terkait, dapat lebih memperhatikan kondisi yang dihadapi para petani.

Selain itu, bantuan berupa bibit, pupuk, serta insektisida dinilai sangat dibutuhkan untuk membantu petani bangkit dari kerugian akibat banjir. (*)

Tombol Google News

Tags:

Aceh Singkil ribuan batang timun direndam air banjir Terancam Gagal Panen 2026