KETIK, SIDOARJO – Tembok penahan tanah (TPT) di tepi Sungai Kedunguling, Desa Tulangan, Kecamata Tulangan, ambrol. Talud tersebut terpisah dengan jalan beton yang ditopangnya. Bisa berbahaya bagi pengendara.
”Sepertinya tanahnya kena gerus sungai di bawah,” kata Majid, 35, warga sekitar lokasi.
Longsor itu diketahui terjadi sekitar sepekan lalu. Hingga kini belum terlihat perbaikan atau penanganan untuk mencegah longsor yang lebih parah. Beton TPT ambruk ke tepi sungai.
Menurut Majid, talud tersebut ambrol pada hari Minggu (25 Desember 2025). Panjang beton yang ambrol itu sekitar 30 meter. Kondisinya patah di beberapa bagian. Sebagian masih utuh meski suda longsor. Sebagian lain sudah retak.
Posisi dinding penahan beton yang ambrol itu berada di sisi kiri arah pertigaan bekas Pabrik Gula Tulangan menuju arah Desa Durungbeduk, Kecamatan Candi. Begitu melihat bagian yang longsor, pengguna jalan segera banting setir ke kanan.
Retakan di antara talud penahan tanah dan jalan beton terlihat jelas. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Hingga Jumat pagi (2 Januari 2026), posisi tanggul penahan tanah itu masih dibiarkan. Karena posisinya langsung berada di samping jalan beton, warga sekitar memasang tanda seadanya. Agar tidak ada pengendara atau kendaraan yang terperosok dan jatuh ke sungai. Karung bekas dijepit tiang kayu dan ditancapkan di antara retakan beton.
Jika dilihat dari Desa Kemantren, dekat masjid setempat, talud tampak sudah terpisah dengan jalan beton. Posisinya menggantung di antara sungai dan jalan.
”Kalau malam tidak kelihatan, kendaraan bisa jatuh kalau papasan dengan truk,” kata Rohim, 57, warga Desa Tulangan yang sedang jalan pagi melewati beton tersebut.
Bagian jalan beton yang sudah berlubang di beberapa bagian. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Rohim menyebutkan, jalan beton tersebut belum lama dibangun. Sekitar 2 tahun lalu. Antara tahun 2022 atau 2023. Dia mengaku heran. Mengapa bagian-bagian jalan beton telah mulai rusak.
Badan jalan beton sudah terkelupas. Beberapa bagian juga retak. Malah terlihat besi-besi di dalamnya. Kerusakan itu terlihat di banyak titik sejak pertigaan bekas PG Tulangan ke arah Desa Sudimoro. Posisi retakan berada di tengah maupun di antara badan jalan dengan tembok penahan tanah.
”Semoga segera ada perbaikan,” ujar Rohim. (*)
