KETIK, ASAHAN – Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga menjadi fokus dalam pembinaan program AKU HATINYA PKK di Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat.
Kegiatan ini dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik, sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan dan peningkatan gizi keluarga berbasis rumah tangga, Kamis, 9 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, OPD terkait, Camat Pulau Rakyat, Muhammad Syarif AR, Kepala Desa Persatuan, Ketua TP PKK Kecamatan Pulau Rakyat, Ketua TP PKK Desa Persatuan, serta kader dan tamu undangan lainnya.
Pembinaan tersebut melibatkan unsur TP PKK, perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa dan kader.
Sinergi lintas sektor ini diarahkan untuk memastikan program berjalan tidak hanya sebagai kegiatan rutin, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata oleh masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Yusnila Indriati Taufik menekankan bahwa program AKU HATINYA PKK harus dijalankan secara terintegrasi dengan memperhatikan keseimbangan kebutuhan gizi keluarga.
Pemanfaatan pekarangan didorong tidak hanya untuk tanaman pangan, tetapi juga mencakup budidaya ikan dan ternak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein hewani, dan nabati secara mandiri.
"Pendekatan ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga," kata Yusnila.
Lebih lanjut, kata Yusnila, pengembangan pekarangan diarahkan melalui konsep kebun gizi, apotik hidup, dan warung hidup yang disesuaikan dengan potensi lokal. Selain memberikan nilai ekonomis, pola ini juga memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung kesehatan lingkungan.
"Dukungan pemerintah melalui pembinaan dan bantuan sarana ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat," pungkasnya.
Terakhir, Yusnila menyebutkan, melalui pembinaan ini, Desa Persatuan dipersiapkan untuk mengikuti lomba AKU HATINYA PKK tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga, sekaligus memperkuat peran PKK dalam pemberdayaan masyarakat. (*)
